Buku “The Gold for Green” Nilai dan Keungulan Lingkungan

Jakarta, 13 Juni 2012.Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan Buku “The Gold for Green,BagaimanaPenghargaan PROPER EmasMendorong Lima Perusahaan MencapaiPenciptaanNilaidanKeunggulanLingkungan”di Hotel Sultan, Jakarta hari Rabu, 13 Juni 2012.Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. BalthasarKambuaya, MBAmenyampaikan apresiasi atas keterbukaan informasi lingkungan kelima perusahaan besar ini yang akan menguntungkan masyarakat serta membuka peluang perusahaan lain mendapatkan inspirasi pengelolaan lingkungan. Pada [...]

13 Jun 2012 06:42 WIB

Jakarta, 13 Juni 2012.Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan Buku The Gold for Green,BagaimanaPenghargaan PROPER EmasMendorong Lima Perusahaan MencapaiPenciptaanNilaidanKeunggulanLingkungan”di Hotel Sultan, Jakarta hari Rabu, 13 Juni 2012.Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. BalthasarKambuaya, MBAmenyampaikan apresiasi atas keterbukaan informasi lingkungan kelima perusahaan besar ini yang akan menguntungkan masyarakat serta membuka peluang perusahaan lain mendapatkan inspirasi pengelolaan lingkungan. Pada kesempatan ini Menteri menyerahkan Buku secara simbolis kepada Bapak Nabiel Makarim, MPA, MSM (Menteri Lingkungan Hidup tahun 2000 – 2004), Prof. Dr. Ir. Surna Tjahja Djajadiningrat, MSc (Ketua Dewan Pertimbangan PROPER), Bapak Adriansyah (Deputi Direktur Bank Indonesia) dan Bapak Usman Kamsong, Pimpinan Redaksi Media Indonesia.

Acara ini merupakan salah satu kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang tahun 2012 ini bertema: “EkonomiHijau: UbahPerilaku,TingkatkanKualitasLingkungan”.Tema ini sejalan dengan tujuan Program Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang mendorong dunia usaha untuk menaati peraturan lingkungan hidup dan memberi insentif dan disinsentif bagi perusahaan. Pada acara ini, Menteri Negara Lingkungan Hidup beserta 5 pimpinan tertinggi perusahaan peraih peringkat Emas PROPER berbincang-bincang membahas penerapan bisnis beretika yang berwawasan lingkungan. Ke lima pembicara tersebut adalah

  • Ibu Frilia Berlini Yaman, Presiden Direktur PT. Medco E&P Indonesia – Rimau Asset
  • Bapak Slamet Riadhy, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Area Kamojang
  • Bapak Yanto Sianipar, Vice President Chevron Geothermal Salak Ltd
  • Bapak Sutopo, Direktur & COO PT. Badak NGL.
  • Bapak  Lilik Unggul Rahardjo, DirekturPT Holcim Indonesia, Tbk  – Cilacap Plant

Hal-hal menarik yang menjadi unggulan dari ke 5 perusahaan peringkat Emas PROPER ini antara lain:

  1. PT  Medco E&P Indonesia Rimau Asset telah membangun kilang mini LPG sejak tahun 2005. Kepedulian atas kebutuhan energi bersih berwawasan lingkungan menyebabkan kilang ini tetap berdiri, walaupun dari perhitungan bisnis, investasi ini termasuk investasi merugi.  Medco juga mengembangkan pertanian organik Padi SRI yang merupakan bagian dari program Community Development yang sebetulnya perusahaan ini tidak ada hubungannya dengan pertanian organik.
  2. Pertamina geothermal sedang dikembangkan terus untuk mendapatkan clean energy. Kepedulian terhadap masyarakat diperlihatkan dengan mengembangkan kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) An Nur yang menggabungkan konsep peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Keuntungan mengikuti PROPER, perusahaan ‘dipaksa’ untuk dapat mengemat energy dan budget sehingga banyak manfaat dari program PROPER.
  3. Chevron  menerapkan Operational Excellence Management System yang menurut Lloyd’s Register Quality Assurance, Inc. (LRQA) persyaratannya lebih berat dari  ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007, namun mempunyai sistim yang diakui secara global. Hal ini menunjukan komitmen Chevron yang ingin ditunjukan dalam Program PROPER bahwa perusahaan telah berupaya besar untuk menjadi perusahaan ramah lingkungan.
  4. PT. Badak NGL Bontang sampai saat ini telah menerima 87 macam penghargaan, termasuk PROPER GOLD (Emas). Perusahaan ingin membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan hidup adalah operasi yang berkelanjutan. Berbagai standar kinerja dilakukan seperti Safety, Health, Enviro and Quality (SHE-Q) dan SML ISO 14001 dan manajemen ISO 9001, hingga saat ini perusahaan sudah mencapai level 8 untuk Oil and Gas shg Badak NGL telah menjadi Envirocompany . Pemberdayaan masyarakat dengan upaya pengembangan budidayamangrove.
  5. PT. Holcim Indonesia Cilacap merupakan salah satu pelopor dan anggota dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) dan grup ini memiliki komitmen yang kuat dalam “Sustainable Development” yang tercermin dalam strategi perusahaan Triple Bottom Line, yakni Value Creation, Sustainable Environment Performance dan Corporate Social Responsibility.Perusahaan Holcim membumikan konsep Sustainable Development yang global ini ke dalam skala local kawasan Cilacap yang merupakan kota kecil di Jawa Tengah dan mempelopori kegiatan Studi Keanekaragaman Hayati terbesar di Pulau Nusakambangan. Perusahaan juga mengembangkan Bangunan Ramah Lingkungan.

Sesi selanjutnya disampaikan berbagai tanggapan mengenai kinerja perusahaan dan PROPER yang disampaikan oleh Bapak Nabiel Makarim, MPA, MSM, sebagai penggagas PROPER sejak awal program ini berdiri, dilanjutkan oleh Prof. Surna T. Djajadiningrat, Bapak Adriansyah dan Bapak Usman Kamsong.

Sesi terakhir merupakan diskusi panel yang lebih teknis perwakilan para perusahaan , dimana plt. Asdep Pengendalian Pencemaran Lingkungan Pertambangan, Energi dan Migas KLH, Ir. Sigit Reliantoro, MSc menjelaskan bahwa PROPER bertujuan mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellence) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, penerapan system manajemen lingkungan, 3R, efisien sienergi, konservasi sumber daya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

Perusahaan yang tela hmengikuti PROPER selama dua periode berturut-turut, meningkat kinerjanya sebanyak 25%,yang tetap pada peringkatnya 64% dan yang mengalami penurunan kinerjanya 11%.Hasil kongkrit PROPER lainnya adalah dari 111 perusahaan yang berperingkat hijau dan emas telah diidentifikasi 55 industri yang mampu menurunkan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 11.884.548 ton eq CO2 dari berbagai inovasi dan penerapan praktek pengelolaan lingkungan terbaik yang dilaksanakannya. PROPER Kementerian Lingkungan Hidup akan terus melakukan inovasi dengan berbagai tantangan yang ada seperti penambahan jumlah peserta PROPER yang tahun ini mencapai 1400 perusahaan dan diupayakan terus bertambah hingga 2000 perusahaan di tahun 2014. Peningkatan kapasitas kepada Badan LIngkungan Hidup Provinsi juga dilakukan mengingat pelimpahan wewenang dan dana APBN kepada pihak provinsi dalam melakukan pengawasan PROPER melalui ketentuan mekanisme DEKONSENTRASI (sss).

Informasi lebih lanjut:
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup,
MR. Karliansyah

Web:  http://proper.menlh.go.id; Email: sekretariatproper@gmail.com

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı