KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Menneg LH Rachmat Witoelar Luncurkan "Hope 2009"

JAKARTA - Minggu, 28 Desember 2008. Sejak pukul 08.00, puluhan artis artis ibukota telah memenuhi bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Mereka berbaur dengan ratusan warga lainnya yang umumnya terdiri dari para aktivis lingkungan hidup. Pegawai Pemerintah DKI Jakarta, siswa dari berbagai sekolah, serta kalangan penggemar sepeda kayuh yang tergabung dalam komunitas "Bike to Work Indonesia,".

Tasya, Andien, Nugie, Nadine Candrawinata, Addie MS, Memes, Marcel, Mischa, Olivia Zalianty dan Nirina tampak ikut berbaur dengan warga masyarakat, sementara di salah satu panggung Candra Dewi dan Arieseno memandu acara yang antara lain dimeriahkan dengan penampilan musikalisasi puisi dalam lagu dan tari oleh Ayu laksmi.

Nuansa cinta lingkungan hidup tampak sangat terasa. Maklum acara yang merupakan Kampanye Nasional Lingkungan Hidup bertajuk "Green HOPE (Cita Hijau) 2009" digelar bertepatan dengan hari terakhir "Hari Bebas Kendaraan Bermotor 2008 (Year End Car Free Day 2008)" yang sudah menjadi program rutin Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.

"Acara ini sudah dimulai dari pukul 07.00" ujar seorang staf Humas Kementerian Negara Lingkungan Hidup. "Tadi, Pak Menteri Negara Lingkungan Hidup, dan Kepala Biro Lingkungan Hidup, berserta ratusan anggota komunitas "Bike to Work" naik sepeda dari Kompleks Stadion gelora Bung Karno ke Bundaran H.I. Kedatangan mereka disambut dengan suguhan musik dari para musisi perkusi."

Menjelang siang, suasana di Bundaran HI pun semakin meriah, terutama ketika Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. Rachmat Witoelar memimpin pengibaran spanduk raksasa pada tugu selamat datang di tengah Bundaran HI.

"Pengibaran spanduk raksasa yang bertuliskan "CITA Hijau/ Green HOPE 2009: "Gabung Selamatkan Bumi. Alam Tak Dapat Menunggu (Act Now, Earth Can’t Wait)," memang merupakan puncak dari rangkaian acara ini, namun masih ada acara-acara lain yang juga tak kalah menarik," kata seorang anggota panitia.

Salah satunya adalah rangkaian kuis berhadian yang melibatkan tiga Chandrawinata bersaudara, yakni Nadine-Marcel-Mischa, serta penampilan sejumlah artis lainnya seperti Olivia Zalianty, Nirina Zubir, pasangan Addle MS dan Memes.

Menneg LH yang juga Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) menegaskan, "Kampanye Nasional CITA Hijau/Green HOPE 2009 di penghujung tahun akan mendorong semangat masyarakat luas untuk bertindak lebih lagi secara individu, kelompok maupun institusi, dalam mengupayakan tindakan mengurangi tekanan pada Bumi di tahun 2009."

"Kesadaran masyarakat mengenal lingkungan sudah cukup tinggi, namun harus tetap diperluas jangkauan dan pemahamannya. Diharapkan kampanye lingkungan hidup yang dilakukan secara terus menerus dapat menyadarkan masyarakat bahwa alam kita sedang terancam oleh perubahan lingkungan dan iklim. Ancaman tersebut karena adanya ilegal logging dan kurangnya pengendalian banjir. Karena itu, acara hari ini adalah untuk menggalang kebersamaan dan kepedulian, bersama-sama kita membuat acara yang menjaga lingkungan dan mempertahankan kelestarian," kata Rachmat Witoelar.

Dalam kampanye lingkungan hidup ini, Menteri Rahmat Witoelar juga mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, dengan membedakannya dalam unsur organik dan non-organik, serta mengurangi jumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Pesan di balik bencana

Menurut Rachmat Witoelar, Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Biro Bina Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta merasa perlu mengajak semua pihak terlibat dalam upaya penyelamatan lingkungan karena sepanjang tahun 2008, kita menghadapi rangkaian pesan dalam musibah, banjir, longsor, kekeringan, dan polusi akibat ulah kita sendiri.

"Kondisi Bumi sudah semakin menurun daya dukungnya, sementara program reforestasi telah mencapai lebih dari 100 juta pohon atas partisipasi dari berbagai stakeholders, meningkat dari target yang dicanangkan. Semakin banyak yang terlibat semakin besar dampaknya. Untuk itu, mari bersama kita selamatkan Bumi kita!" tegasnya. 
Paulus Londo

Sumber:
Suara Akar Rumput
07-12 Januari 2009
Hal 8