KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Banyuwangi – Bunga bangkai (amorphophallus titanum) merupakan salah satu jenis  bunga langka. Tidak semua orang bisa menemukan keberadaan bunga ini. Namun  tidak bagi warga Sukorojo, Kelurahan Banjarsari, Banyuwangi. Bagi warga di wilayah itu, bunga yang mempunyai bau seperti bangkai ini nilainya tak lebih dari  layaknya bunga lainnya.

"Kalau warga sini sudah tidak menghiraukan keberadaan bunga ini. Kami sudah biasa melihatnya," ujar Eko Gendon, salah satu waga Sukorjo, Sabtu (15/11/2008).

Bunga bangkai ini mulai tumbuh seiring dengan datangnya musim hujan. Satu-persatu bunga yang memiliki warna indah namun mengeluarkan bau busuk layaknya bangkai ini tumbuh dan mekar memamerkan keindahannya.

Eko Gendon menuturkan, bunga yang didominasi warna merah ini biasanya tumbuh di pinggiran sungai tak jauh dari pemukiman warga. Bunga-bunga itu biasanya hanya  tumbuh beberapa meter dari aliran sungai.

Untuk menemukannnya, menurut Eko, cukup dengan menghirup udara di sekitarnya.  Jika terhirup aroma busuk layaknya bangkai, maka bisa dipastikan bunga bangkai tumbuh tak jauh dari tempat itu.

Mengenai ukurannya, di tempat lain mungkin ukurannya bisa lebih besar. Namun di wilayah ini ukuran bunga bangkai hanya berkisar antara 20 cm sampai 40 cm saja. Tumbuhnya pun tidak bergerombol. "Sekali tumbuh biasanya antara 2 sampai tiga bunga secara bersamaan," beber Eko.

Sementara, Slamet, warga yang lain menuturkan, umur bunga bangkai yang tumbuh di tempat ini biasanya hanya berkisar dua hingga tiga minggu saja. Umur ini terhitung sejak munculnya tunas hingga bunga itu layu dan membusuk.

"Tapi kalau awal musim hujan seperti sekarang ini, sebelum bunga yang satu layu, bunga lainnya sudah tumbuh lagi," tandas Slamet pada detikSurabaya.com.
(bdh/bdh)

Sumber:
www.Detik.com
sabtu, 15/11/2008 13.27 WIB