KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JAKARTA, SENIN – Empat mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam tim Antarmuka mempresentasikan software karya mereka, Butterfly, di hadapan Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, di Kantor Kementerian LH, Jakarta, Senin (28/7). Keempat mahasiswa tersebut adalah Arief Widiyasa, Ella Madanella, Dimas Yusuf Danurwenda dan Erga Ghaniya.

Aplikasi Butterfly yang mereka ciptakan mampu memenangkan penghargaan The Rural Innovation Achievement Award dalam Imagine Cup 2008 yang diselenggarakan Microsoft di Paris, Perancis, pada 8 Juli lalu. Butterfly merupakan sebuah sistem yang bermanfaat untuk melaporkan kerusakan lingkungan.

Sistem ini dirancang setelah melihat kenyataan lambannya penanganan kerusakan lingkungan karena informasi yang tak sampai. Ella Madanella mengatakan, hal inilah yang menginspirasi mereka menciptakan Butterfly. Setelah melakukan survei, mereka mencatat masalah di level masyarakat. Di antaranya masyarakat tidak tahu kemana dan bagaimana melaporkan masalah lingkungan, laporan yang harus melewati beberapa tingkatan birokrasi, dan laporan yang disampaikan sangat berpotensi mengalami hambatan dan terdistorsi.

"Dengan adanya sistem Butterfly ini, kami harapkan akan mempercepat jalannya laporan tentang kerusakan lingkungan ke aparat pemerintah, dan masyarakat juga tahu bagaimana penanganan yang dilakukan aparat terhadap persoalan yang mereka laporkan," papar Ella, yang bertugas menjadi analis lingkungan dan sosial Tim Antarmuka.

Sebab, semua laporan ditampilkan di website Butterfly. Masyarakat bisa menyampaikan laporan melalui telepon, sms, mms, aplikasi mobile dan web.

"Kami sudah melihat bahwa ponsel merupakan alat komunikasi utama di negara berkembang, dan ponsel sudah sampai ke pelosok Indonesia. Sehingga, siapapun bisa memanfaatkan sistem ini untuk menyampaikan laporannya. Harapan kami, butteerfly bisa memperbaiki sistem lingkungan di Indonesia," tutur Ella.

Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia Tony Chen mengatakan, kemenangan Tim Antarmuka karena aksesibilitasnya bagi anggota masyarakat di daerah rural yang berada jauh dari petugas lingkungan untuk melaporkan dan berbagi informasi mengenai masalah lingkungan. Ella menambahkan, harapannya pada Kementerian LH, dapat mendukung implementasikan sistem ini dan bisa melakukan kerjasama dengan Internet Service Provider (ISP) untuk menerapkan sistem Butterfly.

Sumber:
Kompas.com