KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Tahun 2008, Indonesia memperingati seabad (100 tahun) kebangkitan nasional, serta 63 tahun Indonesia merdeka. Momentum peringatan kali ini, tentu memiliki makna mendalam, setidaknya sebagai kesempatan untuk mengevaluasi sudah seberapa besar kontribusi dari kebangkitan nasional itu bagi kehidupan rakyat serta terhadap harkat dan martabat bangsa.

Karena itu, wajar bila keinginan untuk menemukan kembali jatidiri sebagai wujud ke Indonesia-an kembali bergaung. Tapi disaat yang sama, nada pesimisme terdengar nyaring. Kenyataan tak dapat disangkal, kondisi yang terjadi di negeri ini sedikit paradoks dengan semangat kebangkitan nasional itu sendiri. Kehidupan politik yang belum sepenuhnya mencerminkan kedaulatan rakyat, keterpurukkan ekonomi yang menyebabkan bangsa ini sulit berdiri di atas kaki sendiri, merosotnya peranan di tengah pergaulan antar bangsa, kerusakan lingkungan yang mengundang berbagai bencana, penjarahan kekayaan alam, adalah realita yang tentu sangat jauh dari cita-cita kebangkitan nasional itu sendiri.

Jadi pertanyaan, sudah sedemikian kelamnya masa depan bangsa ini? sudah tak lagi sedikit cahaya yang bisa jadi pertanda kebangkitan Indonesia di lorong kehidupannya?

Jika disimak dengan cermat, keadaan bangsa Indonesia sesungguhnya tidak separah anggapan banyak kalangan. Dalam aspek lingkungan hidup, misalnya, sangat nyata sekali kiprah peran Indonesia sebagai salah satu lokomotif penggerak perubahan menuju tatanan kehidupan yang lebih baik, setidaknya dalam upaya mengeleminasi dua potensi ancaman yang menggelisahkan dunia yakni : Perubahan Iklim akibat pemanasan global dan hancurnya bumi akibat pencemaran lingkungan.

Kiprah peran Indonesia, yang dalam waktu berturut-turt menjadi tuan rumah Konperensi Internasional Perubhaan Iklim dan Pertemuan Antar Bangsa tentang Lintas Batas Negara Limbah Bahan Beracun dan Berbahay, sesungguhnya jadi pertanda akan besarnya harapan dunia terhadap Indonesia dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup.

Berpijak pada kenyataan ini, maka sangat naïf bila kepercayaan itu dibiarkan sebatas pada harapan semata, akibat ketidakmampuan kita dalam memanfaatkan setiap momentum emas yang kerap hingga di dalam genggaman.

Kebangkitan Dalam Tiga Dimensi
Tahun 2008, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, menapak jejak usia yang ke 30 tahun. Suatu usia yang sudah terbilang cukup matang untuk suatu institusi pemerintah. Namun, agak tergolong muda belia bila dipersandingkan dengan lembaga sejenis di negara-negara maju serta dimensi permasalahan global yang dihadapi umat manusia saat ini dan di masa mendatang. Begitu pula, dimensi perannya tentu belum cukup spektakuler bila dibanding dengan institusi pemerintahan yang lain, yang usianya relative “lebih tua.