KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Sungai Ciliwung menjadi sungai berkategori kelas dua dalam 20 tahun mendatang. Artinya, sungai itu bisa dimanfaatkan untuk wisata air seperti beberapa sungai di luar negeri.

Kepala bidang Pelestarian dan Pencemaran Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Rusman Sagala mengatakan, untuk mewujudkan target itu dalam memperingati ulang tahun Jakarta yang jatuh pada 20 Juni, pemerintah akan mulai membersihkan Sungai Ciliwung hingga batas teritorial Depok. Pembersihan sungai ini dilakukan secara gotong royong.

Rusman mengatakan, di Sungai Ciliwung sebanyak 80 persen sampah terdiri atas limbah domestik atau rumah tangga. Sisanya limbah industri. Total sampah yang tiap hari diproduksi penduduk Jakarta sebanyak 6.000 ton sehari.

Jika sampah tak dikelola dengan baik, ancaman efek rumah kaca akan semakin besar. “Kita akan mengurangi efek rumah kaca,” katanya dalam pencanangan acara Jakarta Green School di jalan Jenderal Sudirman kemarin.

Rusman menerangkan daya rusak gas metan itu 21 kali lipan efeknya ketimbang CO2. Ia mengakui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Minimal US$ 100 per ton sampah.”

Sementara itu, dalam menyambut ulang tahun jakarta, warga memiliki harapan agar Jakarta menjadi kota yang ramah lingkungan. Wahyu, seorang warga Cengkareng, mengatakan dia ingin Ibu Kota memperbanyak ruang terbuka hijau.

Menurut dia, ruang terbuka hijau jadi salah satu usaha untuk mengurangi polusi Jakarta yang sudah mengkwatirkan.

Sumber:
Koran Tempo
Senin, 31 Mei 2010
Halaman B2
Heru Triyono, Sutji Decilya