KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Paralel Event: SEMINAR PRODUKSI BERSIH DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL DI BIDANG LINGKUNGAN

Produksi bersih merupakan suatu pemikiran logis dalam melestarikan submer daya alam (bahan baku, air dan energi) dan mengurangi proses terbentuknya limbah sejak dari sumbernya. Oleh karena itu diperlukan berbagai cara untuk meningkatkan prodiktivitas, mereduksi input dan limbah serta yang paling penting mereduksi risiko/bahaya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Produksi Bersih tidak hanya untuk inisiatif pelestarian linkgungan saja, namun juga mendukung program dan strategi yang berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Konsep Produksi Bersih yang menekankan upaya pencegahan dari awal suatu proses kegiatan telah menjadi satu strategi yang efektif dalam mengintegrasikan dan mensinergikan berbagai tujuan kerja sama internasional di bidang linkgungan atau yang dikenal dengan Multilateral Environmental Agreements (MEAs). Sebagai contoh bahwa Konvensi Basel, Rotterdam, Stockholm dapat bersinergi melalui manajemen pencegayan yang sistematis untuk hazardous chemical (Bahan Berbahaya Beracun = B3). Penerapan strategi Produksi Bersih akan membantu dalam mengeliminasi persistent organic pollutans (Stockholm Convention); mereduksi dampak dari aktifitas lintas batas limbah B3 (Basel Convention).

MEAs merupakan suatu perangkat berskala internasional untuk perlindungan linkgungan. Kerangka kerja sama/perjanjian internasional di bidang linkgungan dalam lingkup MEAs secara eksklusif berorientasi pada upaya perlindungan dan konservasi sumber daya alam dan linkgungan. Pada umumnya, penerapan MEAs lebih berkaitan dengan pendekatan end-of-pipe yang berbasis pada pengawasan dampak setelah pencemaran terbentuk. Oleh karena itu, MEAs perlu fokus pada upaya pencegahan sehingga secara leluasa dapat mendorong dan memfasilitasi penerapan Produksi Bersih.

Secara khusus, MEAs mendorong integrasi penerapan Produksi Bersih ke dalam United Nations Framework on Climate Change (UNFCCC), Basel Convention, dan Stockholm Convention. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Produksi Bersih antar lain dapat berkontribusi: (i) mengurangi emisi gas rumah kaca melalui upaya efisiensi energi (UNFCCC); (ii) mereduksi volume limbah bahan berbahaya beracun yang akan berdampak langsung bagi industri, khususnya implikasi biaya dan aspek legal dari aktifitas penyimpanan, pengangkutan, pengolahan hingga penimbunan. Dengan volume yang relatif sedikit, maka manajemen limbah bahan berbahaya beracun akan lebih mudah dilakukan (Basel Convention), dan (iii) minimasi dan eliminasi POPs dengan menerapkan good housekeeping, dan perubahan proses ( Stockholm Convention).

Untuk lebih mendalami isu-isu tersebut, maka secara paralel dengan penyelenggaraan Koferensi Konvensi Basel COP9 tahun 2008, Kementerian Negara Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Program Kerja Sama Teknis Indonesia-jerman GTZ ProLH menyelengarakan seminar dengan tema Cleaner Production And Multilateral Environmental Agreements (MEAs): Adopsi dan Implementasinya di Indonesia. Seminar diadakan pada hari Selasa, 24 Juni 2008 di Ballroom Hotal Ayodya, Nusa Dua, Bali.

Isu yang dibahas dalam seminar tersebut antar lain: (i) Produksi Bersih di Perkotaan oleh Sri Tantri Arundhati, Asdep Urusan Standardisasi, Teknologi dan Produksi Berish, (ii) Produksi Bersih dan Perubahan Iklim: Kyoto Protokol oleh Liana Bratasida, Staf Ahli MENLH Bidang Lingkungan Hidup Global dan Kerjasama Internasional, (iii) Produksi Bersih dan Pengolahan Air Limbah Terpadu di UKM Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah oleh Kepala Kantor Lingkungan Hidup pemerintah Kota Surakarta Jawa Tengah, (iii) Produksi Bersih dan MEAs: Basel convention oleh Ratnasari, Kepala Sub Bidang Perjanjian Internasional, dan (iv) Eco-office oleh Darhamsyah, Kepala Bagian Tata Usaha PPLH Regional Sumapapua.  Seminar ini dibuka oleh Dieter Brules, Principal Advisor GTZ-ProLH Jerman, dengan keyonote speaker Sri Hudyastuti, Deputi VII MENLH. (sas)

Sumber:

Asisten Deputi Urusan Standarisasi, Teknologi dan Produksi Bersih

Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia

Jl. DI. Panjaitan, Kav. 24, Gedung B Lantai 6, Kebon Nanas, Jakarta 1340

Tel.: 92-21-8584638, Fax: 62-21-85906167

E-mail: tentang_pb@yahoo.com