KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pokok bahasan isu ship dismantling (mengenai pengelolaan fisik kapal laut yang telah dikategorikan sebagai limbah) mulai dibahas sejak forum Basel Convention COP VII di Jenewa – Swiss pada bulan Oktober 2004 lalu.

Dalam pembahasan isu ini, sebenarnya ada banyak hal yang berkaitan dengan dokumen kemaritiman pada Konvensi UN-IMO (International Maritime Organization) tentang ‘International Convention in the Safe and Environmentally Sound Recycling of Ships’. Karena itu, dalam harmonisasi antara Konvensi UN-IMO dengan Basel Convention/ COP, diantaranya dengan menghindari duplikasi pemuatan isu-isu tersbut, yaitu memisahkannya tetapi dalam kerangka mensinergikannya.

Indonesia berkepentingan dalam pembahasan isu ini, karena kita adalah negara maritim dengan aktifitas dan populasi kapal yang tergolong besar, baik kapal-kapal domestik maupun yang berbendera luar negeri. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan akan ketersediaan fasilitas ‘ship recycling’. Dalam konteks Basel Convention/ COP 9th ini, pokok bahasan isu terpenting bagi Indonesia adalah bagaimana menyikapi cermat persyaratan yang telah ditetapkan oleh Basel Convention/ COP terkait penyediaan fasilitas tersebut dengan penyesuaiannya dengan kesiapan Indonesia di bidang regulasi, teknis operasional khususnya pada aspek lingkungan.