KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengusulkan sebagian dana kompensasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dialokasikan untuk pengolahan biodiesel dan bioetanol, dari bahan baku jarak, minyak sawit, dan bahan nabati lainnya.

Sementara itu, pada 1 September 2005 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan akan mencanangkan program penanaman jarak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pengembangan renewable energy (energi terbarukan) ini urgen untuk dipercepat. Kita ini sudah ketinggalan, bahkan dibandingkan negara-negara berkembang lain seperti Brasil. Mereka sudah membangun pengolahan bioetanol dari tebu,” ujar Mentan Anton di Jakarta, Rabu (24/8)…..

Informasi Lebih Lanjut:
www.investorindonesia.com