KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Di awali dengan proses membangun kepercayaan, kemudian dilakukan pengagendaan kembali berbagai persoalan yang tersusun dalam deretan kebutuhan, upaya pemberdayaan masyarakat dimulai dengan membangun sebuah ruang publik yang bukan hanya sekedar entitas sosial, tetapi ruang yang memungkinkan masyarakat terapresiasi kepentingannya, dan menjadi peluang adanya perubahan harkat dan martabat serta kehidupan masyarakat.

Adalah sebuah desa yang bernama Sidodadi, yang berlokasi di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung, upaya pemberdayaan masyarakat pesisir telah dilakukan oleh Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Pengembangan Peran Masyarakat dengan mitra Universitas Lampung. Melalui strategi membangun komunikasi lingkungan dengan memberikan pembekalan kepada masyarakat, kegiatan ini bertujuan membangun kader-kader lingkungan pesisir sebagai upaya menumbuhkan inisiatif lokal dan demand terhadap lingkungan hidup yang baik dan sehat. Kegiatan pemberdayaan yang terkemas dalam Program Warga Madani telah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan pesisir yang kemudian berubah menjadi kemandirian, dan berkembang menjadi satu keberdayaan, yang tanpa disadari telah menggiring masyarakat Desa Sidodadi memiliki posisi tawar dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup di wilayah pesisir.

Berangkat dari apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup kepada salah seorang anggota masyarakat Desa Sidodadi, telah memberikan motivasi dan mendorong dibentuknya “Paguyuban Pencinta Lingkungan’ (PAPELING) oleh masyarakat setempat sebagai wadah sosial dalam membahas dan merencanakan serta melakukan berbagai upaya penyelesaian persoalan lingkungan disekitarnya. Melalui kegiatan pertemuan yang selalu dilakukan setiap 36 hari, pada awalnya hanya memiliki 17 orang anggota, kemudian berkembang menjadi 45 orang anggota dan terus berupaya mengajak masyarakat lainnya meningkatkan untuk peduli dan memiliki perhatian terhadap masalah lingkungan hidup. Sebagai wujud aplikasi lapangan dari kegiatan rutinitas ini adalah upaya menyelamatkan pantai akibat abrasi yang terjadi dengan melakukan penanaman mangrove yang dilakukan secara swadaya masyarakat dan sekaligus wujud dari inisiati lokal. Kesabaran dan ketekunan serta konsistensi para anggota kelompok dalam melestarikan lingkungan kini telah membawa manfaat, bukan hanya sekedar kegiatan sosial saja, tetapi kegiatan ini telah membuka peluang sebagai jalan peningkatan ekonomi kerakyatan. Kini sebuah investasi telah diterima oleh masyarakat Desa Sidodadi, C.V. ARA telah memberikan kepercayaan kepada PAPELING untuk melakukan usaha pembibitan guna pemenuhan bibit mangrove sebanyak 1 juta bibit. Usaha yang kemudian dilakukan dengan pola kekeluargaan dibagi ke dalam empat kelompok, yang masing-masing kelompok beranggotakan antara 10 sampai dengan 12 orang. Yang menarik dari investasi ini, bahwa kegiatan pembibitan juga menyerap tenaga bagi ibu-ibu sebagai pekerjaan sampingan disela waktu luang hingga mencapai 50 orang, dan diberikan tugas untuk mengemas media tanam (memasukan tanah/pasir ke dalam polybag), yang diberikan upah Rp. 15,- per media. Dari kegiatan sampingan tersebut para ibu dapat menyelesaikan media antara 300 sampai dengan 500 dengan upah sekali bekerja antara Rp. 7.500,- sampai dengan Rp. 10.000,-, suatu jumlah yang sangat berarti bagi masyarakat desa untuk memperbaiki penghidupan. Tidak hanya para ibu saja, di luar anggota kelompok juga ada pekerja-pekerja sambilan lainnya yang bertugas untuk mencari buah mangrove yang akan dibibitkan dengan upah sebesar Rp. 35,- perbuah. Dari keseluruhan bibit yang diupayakan oleh masyarakat Desa Sidodadi dan investasi yang diterima akan disisihkan sebesar 20% dari keduannya untuk kepentingan perbaikan lingkungan daerah pesisir dan juga masyarakat desa.

Sekarang hanya tinggal menunggu waktu, investasi berikutnya akan memberikan babak kedua bagi masyarakat Desa Sidodadi, menurut informasi yang disampaikan Kepala Desa yang juga sebagai Ketua PAPELING, akan ada demplot seluas 1.500 ha perbaikan lingkungan pesisir, dan masyarakat desa akan memperoleh 50 ha kegiatan demplot tersebut, semoga hal itu menjadi benar adanya dan terlaksana dengan baik.

Datanglah kepada rakyat, hiduplah bersama mereka, belajarlah dari mereka, cintailah mereka, mulailah dari pada yang mereka tahu, bangunlah daripada yang mereka punya, tetapi pendamping yang baik adalah, ketika pekerjaan selesai dan tugas dirampungkan, rakyat berkata, “Kami sendirilah yang melakukannya” .

Lao Tse (700SM)

Informasi Lebih lanjut :

Asdep 3/III