KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS : BEDAH PROFIL NASIONAL BANGUN PRAJA

Jakarta, 28 Desember 2004 —- Melanjutkan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup untuk mewujudkan transparansi kepemerintahan dan partisipasi masyarakat dengan terus melakukan pelaporan hasil-hasil pengelolaan lingkungan kepada publik, pada hari ini diselenggarakan acara Bedah Profil Nasional kinerja pengelolaan lingkungan 133 kabupaten dan kota yang menjadi peserta Program Bangun Praja selama dua tahun pelaksanaan dan kajian ke depannya.

Tujuan utama acara ini adalah mengkomunikasikan serta mengharapkan umpan balik dari uraian kondisi dan analisis tentang pengelolaan lingkungan perkotaan di kabupaten dan kota tersebut kepada masyarakat, pemerintah daerah terkait dan pihak-pihak lainnya. Hasil yang diharapkan dapat tercapai adalah gambaran yang akurat untuk dapat dijadikan bahan masukan penyempurnaan Program Bangun Praja dan Profil Nasional selanjutnya.

Bedah Profil Nasional Program Bangun Praja yang dibuka oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Bapak Ir. Rahmat Witoelar, dibahas oleh panelis-panelis terkemuka seperti Prof. Tommy Firman (Direktur Pasca Sarjana ITB) selaku pengamat bidang perkotaan, Bambang Harimurty (Pemred Tempo) mewakili media, dan Tjatur Sapto Edy (Anggota DPR-RI, Komisi VII dan Panitia Anggaran) selaku mitra kebijakan nasional. Hadir pula selaku narasumber adalah Walikota Padang, Walikota Balikpapan, dan Prof. Johan Silas yang juga berfungsi sebagai penasihat Program Bangun Praja.

Program Bangun Praja yang dimulai pada tahun 2002 ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah agar mewujudkan kota-kota yang bersih dan teduh dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik. Oleh sebab itu, perwujudan transparansi, dorongan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan usaha pengembangan sumber daya adalah benang merah program yang memiliki fokus utama pada pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran air, pengelolaan ruang terbuka hijau, dan pengelolaan fasilitas publik ini.

Secara umum Bedah Profil Nasional menyimpulkan pada adanya kemajuan yang cukup berarti dalam pelaksanaan komitmen pengelolaan lingkungan. Selain itu, tercatat adanya peningkatan jumlah peserta, sehingga Program Bangun Praja pada tahun III (2004-2005) telah meliputi 166 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Pola kinerja yang dipublikasikan secara luas ini diharapkan akan mendorong banyaknya masukan yang kritis untuk memperkaya dan memperbaiki konsep serta pola pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar, secara khusus menekankan makna penting transparansi Profil Nasional ini, yaitu menciptakan gelombang desakan dan tuntutan masyarakat kepada pemerintah daerahnya masing-masing untuk mewujudkan kota yang bersih dan teduh sesegera mungkin. Atas dasar itulah KLH akan mulai melaksanakan pengumuman terbuka Indeks Kualitas Lingkungan (Environmental Quality Index) dari peserta program Bangun Praja mulai tahun depan.

Menteri juga mengingatkan pentingnya kesiapan Indonesia untuk mendukung terwujudnya Clean and Green ASEAN Cities Competition dimana Indonesia bisa berperan sebagai leading country. Komitmen untuk ikut serta bukan semata-mata hanya untuk kepentingan kompetitif, tetapi lebih utama untuk turut mewujudkan standar lingkungan perkotaan yang lebih tinggi di kota-kota ASEAN melalui usaha mengejar ketertinggalan Indonesia yang terjadi selama ini. Dengan begitu, kota-kota di Indonesia bisa setara dengan kota-kota dunia lainnya.

Informasi lebih lanjut :

Deputi Menteri Bidang Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Lingkungan Hidup Kewilayahan
Ir. Moh. Gempur Adnan
Telp. 021-858 0107

Asisten Deputi Urusan Wilayah Jawa dan Kalimantan
Drs. Moh. Helmy
u.b. Dida Gardera dan Mitta Ratna Djuwita
Telp. 021-859 04933
e-mail : gardera@menlh.go.id, mitta@menlh.go.id