KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

[JAKARTA] Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan DAS Cisadane mengalami kerusakan yang sangat parah. Akibatnya ancaman banjir ke wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) akan semakin besar.

Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan, Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Masnellarty Hilman (maksudnya: Dra. Masnellyarti Hilman, MSc), seusai rapat kerja Komisi VII DPR dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pemprov Jawa Barat dan Pemprov Banten, di Jakarta, Senin (11/2) malam, mengatakan, kerusakan lingkungan itu terlihat dari hilangnya vegetasi di kedua DAS tersebut secara drastis.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Lingkungan Hidup, vegetasi di DAS Cisadane saat ini hanya tinggal 10,3 persen dan untuk DAS Ciliwung lebih parah lagi yakni hanya tersisa 8,25 persen. "Kondisi ini sangat memprihatinkan karena menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, luas hutan atau vegetasi dalam DAS minimal 30 persen," ujar Masnellyarti.

Rapat kerja yang sedianya berlangsung pukul 19.00 WIB itu sendiri sempat diskorsing sepuluh Menit dan akhirnya pukul. 19.30 WIB rapat dibatalkan karena tidak hadirnya gubernur dari ketiga daerah tersebut. Sementara Masnellyarti yang mewakili Menteri Negara Lingkungan Hidup tiba di ruang Komisi VII DPR setelah rapat dibubarkan. "Rapat ini kami tunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ujar Airlangga. Hartarto, Ketua Komisi VII DPR.

Lebih lanjut, Masnellyarti  mengemukakan, kerusakan lingkungan berupa hilangnya vegetasi di DAS Ciliwung dan DAS Cisadane disebabkan terjadinya alih fungsi lahan khususnya untuk permukiman.

Dia mengatakan, selama kurun waktu lima tahun yakni dari tahun 2000 hingga 2005 perkembangan permukiman di DAS Ciliwung bertambah 58,5 persen dengan pertumbuhan permukiman tercepat berada di daerah Jakarta Utara dan Depok.

Proyek reklamasi pantai utara (pantura) Jakarta yang mengubah daerah muara menjadi daerah permukiman, tambah Masnellyarti, juga menyumbang kerusakan lingkungan yang cukup besar.

Untuk memulihkan kualitas lingkungan DAS yang ada saat ini, katanya, perlu dilakukan upaya terpadu antar sektor dan antar wilayah. Upaya-upaya itu antara lain penanaman pohon di sepanjang sempadan sungai, membangun sedimen trap, membuat septic tank komunal, menggencarkan kembali pembuatan sumur resapan, dan membangun instalasi pengolahan air limbah secara terpadu.

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan lingkungan agar dampak bencana banjir di kota Jakarta bisa dikurangi. [E-7]

Sumber Berita:
SUARA PEMBARUAN
Hal. 7
Megapolitan
Selasa, 12 Februari 2008

INFO PRAKIRAAN BANJIR:
Prakiraan Banjir.