KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Workshop Kebijakan Lokal Untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Dalam Mengendalikan Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global

Bogor, 2-3 Juli 2007. Perubahan iklim adalah masalah lingkungan global, namun dibutuhkan aksi dari seluruh tingkat masyarakat untuk mengantisipasinya, dari tingkat individu hingga seluruh umat manusia secara global. Di Indonesia, dengan adanya otonomi daerah, wilayah perkotaan dapat berkontribusi cukup besar sebagai pengemisi gas-gas rumah kaca (GRK) ataupun sebagai pereduksi emisinya. Untuk itu diperlukan pemahaman yang memadai dari pemerintahan kota mengenai isu perubahan iklim, dilanjutkan dengan upaya-upaya untuk mereduksi emisi GRK dari wilayah perkotaan.

Untuk mendorong keikutsertaan pemerintah kota dalam mengantisipasi isu perubahan iklim, maka Kementerian Negara Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor dan ICLEI (International Council on Local Environmental Initiatives) menyelenggarakan lokakarya tentang kebijakan lokal untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dalam mengendalikan perubahan iklim akibat pemanasan global, bertempat di Bogor tanggal 2-3 Juli 2007. Lokakarya ini dibuka oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup dan dihadiri oleh beberapa Pemerintah Kota dari Bogor, Depok, Bekasi, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Banda Aceh dan Banjarmasin serta beberapa BAPEDALDA dari berbagai daerah. Workshop ini bertujuan untuk mengevaluasi dan berbagi pengalaman masing-masing kota terhadap kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan maupun yang direncanakan dalam upaya mereduksi emisi gas rumah kaca. Lokakarya ini juga bertujuan untuk mendorong keikutsertaan pemerintah kota dalam COP 13 tentang perubahan iklim, di Bali bulan Desember mendatang.

Pertemuan ini mengasilkan Deklarasi Bogor yang berisikan “ komitmen untuk melaksanakan kebijakan lokal untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna mengendalikan perubahan iklim akibat pemanasan global