Deklarasi EPW Wilayah Semarang

Pakar Lingkungan hidup UNDIP Prof. DR. Sudharto P Hadi, MES. Ketua Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLM) beliau pernah menjabat sebagai Deputi dan Staf Ahli MENLH Bidang Sosial Budaya, dalam deklarasi Environmental Parliament Watch (EPW) wilayah Semarang pada tanggal 29 Juli 2004 yang berlangsung dikantor Redaksi Koran Sore Wawasan Jalan Pandaran II/10 Semarang, Prof. Darto [...]

13 Aug 2004 11:15 WIB

Pakar Lingkungan hidup UNDIP Prof. DR. Sudharto P Hadi, MES. Ketua Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLM) beliau pernah menjabat sebagai Deputi dan Staf Ahli MENLH Bidang Sosial Budaya, dalam deklarasi Environmental Parliament Watch (EPW) wilayah Semarang pada tanggal 29 Juli 2004 yang berlangsung dikantor Redaksi Koran Sore Wawasan Jalan Pandaran II/10 Semarang, Prof. Darto mengatakan memandang tumbuh kekuatan sipil adalah sebagai kontrol bagi penguasa dalam memutuskan kebijakan yang berinplikasi pada penyelesaian masalah lingkungan dan salah satunya lewat meia baik cetak atau elektronika.
Judul “Menuju parlemen berwawasan Lingkingan” pengalihan kekuasaan dari pusat ke daerah tak berpihak pada lingkungan meskipun pada awalnya otonomi daerah (otda) diharapkan bisa memperbaiki lingkungan yang tetap terpinggirkan. Semboyan pembangunan daerah yang berprinsip pada pembangunan berkelanjutan hanya sebatas pada paradigma saja.
Penggalian SDA untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) hambatan politik tersebut berdampak pada menumpuknya persoalan lingkungan tidak bisa dipentaskan, sejumlah borok lingkungan dari banjir, pengeprasan bukit, pengambilan air tanah, pencemaran sungai dan reklamasi pantai, yang semuanya berujung pada kesengsaraan rakyat.
Dalam deklarasi EPW wilayah Semarang hadir pula DR. Budi Widianarko, menurut beliau media mempunyai kekuatan mengangkat suatu kasus untuk diketahui publik, wartawan pemimpin redaksi koran sore wawasan (Drs. Sosiawan) yang sekaligus didaulat sebagai koordinatoriat EPW wilayah Semarang, mengatakan meskipun peran media belum maksimal dalam kontrol lingkungan setidaknya bisa “memelekan” masyarakat untuk mengiring pada kesadaran terhadap lingkungan.
Kendati di Indonesia masih jarang media yang sengaja mengangkat masalah lingkungan dengna pola pencarian berita investigasi tetapi setidaknya media bisa dijadikan sarana kerjasama antara lembaga dan masyarakat.
Dalam Deklarasi ini diikuti oleh satu kota dan tiga kabupaten, yaitu :
1. Kota Semarang
2. Kabupaten Semarang
3. Kabupaten Demak, dan
4. Kabupaten Kendal.

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı