KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Foto-KLH-Deklarasi-Peduli-Sampah-20-Agustus-2014-1Balikpapan, 20 Agustus 2014.Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBApagi melakukan kunjungan kerja atas undangan Walikota Balikpapan, H.M. Rizal Effendi, SEuntuk menyaksikan penandatanganan Deklarasi Menuju Indonesia Bersih Sampah 2020 se-Kalimantan. Deklarasi yang berlangsung hari ini di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Manggar Kota Balikpapanmerupakan komitmen bersama para Bupati dan Walikota se-Kalimantan, pengusaha, organisasi masyarakat dan unsur masyarakat (LSM) lainnya untuk melakukan pengelolaan sampah.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan dan Founding Father bangsa Indonesia. Deklarasi merupakan modal terpenting yang dimiliki Bangsa Indonesia dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, dan bersih dari sampah sebagai Komitmen Politik Bangsa Indonesia yang tercermin dalam UUD 1945.Seperti yang diamanatkan UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Operasionalisasi dari komitmen ini tercermin dalam  UU No. 32 tahun 2009 tentang PPLH, dan UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah sebagai perwujudan Pembangunan Berkelanjutan yang Berkeadilan, “Sustainable Growth with Equity”, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Presiden, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono.

Menteri Lingkungan Hidup dalam sambutannya menyatakan “Perlu upaya bersama dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan perkotaan. Pertama, kota-kota di Indonesia mengalami peningkatan tekanan terhadap kualitas lingkungan perkotaan, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk perkotaan dan pertumbuhan ekonomi perkotaan yang terus terjadinya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.  Kondisi ini menyebabkan terjadinya berbagai persoalan lingkungan antara lain jumlah timbulan sampah meningkat, rendahnya tingkat pelayanan pengelolaan sampah. Kedua, persoalan-persoalan lingkungan perkotaan dapat menyebabkan terganggunya sustainabilitas pembangunan perkotaan dan kehidupan sosial masyarakat, seperti terbatasnya ketersediaan sumberdaya yang diperlukan seperti ketersedian air bersih, udara yang bersih dan lingkungan yang sehat.

Selanjutnya, Menteri menegaskan “upaya untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan harus selalu dilakukan untuk menjaga sustainabilitas pembangunan. Kualitas lingkungan perkotaan yang baik dapat meningkatkan daya saing kota dan bangsa Indonesia.  Peningkatan daya saing kota, dikarenakan semakin bersih kota, dan bebas pencemaran menyebabkan kota semakin sehat dan menurunnya tingkat penyakit serta menambah kenyamanan kota.Tugas kita semua yang hadir disini untuk memastikan bahwa, “Udara yang dihirup, Air yang diminum, dan Lingkungan tempat tinggal masyarakat kita adalah lingkungan yang bersih dan sehat”.

Pemilihan kota Balikpapan sebagai tempat untuk melakukan Deklarasi Indonesia Bersih Sampah 2020 se Kalimantan merupakan bentuk penghargaan Kementerian Lingkungan Hidup terhadap komitmen dan kerja nyata dari Pemerintah Kota, di bawah kepemimpinan Walikota Balikpapan dan seluruh masyarakat Kota Balikpapan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.  Pencapaian Kota Balikpapan dalam meraih penghargaan tertinggi dalam pengelolaan lingkungan perkotaan, yaitu Anugerah Adipura Kencana dalam beberapa tahun ini, dapat menjadi contoh bagi kota-kota lainnya di wilayah Kalimantan.  Keberhasilan Kota Balikapapan diharapkan dapat memberikan  inspirasi dan pembelajaran bagi kota-kota lainnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara 24 Pebruari 2014, di Kota Surabaya dimana telah dilakukan Deklarasi Nasional untuk mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2020 oleh para Bupati, Walikota, Organisasi Keagamaan dan LSM yang mewakili seluruh Indonesia. Upaya bersama ini perlu dilakukan secara serius agar tidak terulang kembali terjadinya peristiwa longsornya   TPA di Leuwigajah tahun 2005 yang menelan korban 150 jiwa orang, dimanapun di Indonesia.

Deklarasi ini bertujuan juga untuk memantapkan komitmen bersama dengan kepala daerah (Bupati/Walikota), dunia usaha dan masyarakat guna memulai langkah nyata dalam 3R.  Mendorong pemanfaatan sebagai sumber bahan baku, dan sumber energi bersih terbarukan.  Serta melakukan pengolahan sampah dari sumbernya. Langkah ini merupakan tanggung jawab bersama karena pada hakekatnya setiap individu merupakan sumber penghasil sampah. Tugas kita semua untuk melakukan edukasi kepada diri kita dan anggota masyarakat lainnya sangatlah untuk merubah perilaku.  Dahulu membuang sampah namun sekarang sudah membiasakan diri memilah, mengolah dan menghargai sampah melalui 3R. Ini adalah langkah awal untuk mewujudkan Kota Berkelanjutan, “Sustainable Cities”di Indonesia.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Rasio Ridho Sani,
Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3),
Limbah B3 dan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup.
Tlp/Fax: 8517181,