KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pertemuan Kehati di PyeongchangJakarta, 21 Oktober 2014. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)menyelenggarakan sosialisasi hasil tiga pertemuan para pihak Convention on Biological Diversity (CBD)tanggal 29 September hingga 17 Oktober 2014 di Pyeongchang Korea Selatan, yaitu 7 th Meeting of the Parties (COP-MOP) Cartagena Protocol; 12 th Conference of the Parties (COP); 1 st Meeting of the Parties (COP-MOP) Nagoya Protocol. Selain itu dilaksanakan juga pertemuan tingkat Menteri atau High Level Segment dengan mengusung tema Biodiversity for Sustainable Development pada tanggal 15-16 Oktober 2014 dan diskusi parallel tentang Sustainable Ocean Initiative.

Delegasi Indonesia (Delri) dipimpin oleh Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim KLH, Ir. Arief YuwonoMA, dan beranggotakan wakil-wakil dari Kementerian/Lembaga, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perekonomian, LIPI, BPPT, Sekretariat Kabinet serta perwakilan organisasi non pemerintah, yaitu TNC. Delri mengawal perundingan beberapa isu penting yang dibahas pada rangkaian pertemuan tersebut.

Dalam CBD, Indonesia menduduki beberapa posisi penting untuk mengawal proses pembahasan COP dan MOP Protokol Nagoya, yaitu Prof DR. Endang Sukara pada posisi anggota Biro SBSTTA, Ir. Antung Deddy Radiansyah, MP (Asdep Keanekaragaman Hayati dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, KLH) sebagai anggota Biro COP MOP dan DR. Gusman Siswandi, pakar dariFak. Hukum UNPAD menjadi salah satu anggota Komite Penaatan pada Protokol Nagoya sebagai wakil dari region Asia.

Adopsi beberapa keputusan tersebut diatas akan ditindaklanjuti pada tataran nasional melalui beberapa upaya sebagai berikut:
1. Mencegah Biopiracy yang saat ini dilakukan melalui penelitian, kerjasama, perdagangan biasa
2. Menghentikan sementara kegiatan penelitian bagi kawasan dan spesies tertentu serta sumber daya genetic tertentu
3. Inventarisasi kehati mencakup sumber daya genetic dan pengetahuan tradisional terkait SDG
4. Mempekuat peraturan perundang-undangan dan peningkatan kapasitas untuk implementasi Protokol Nagoya
5. Indonesia segera mengirimkan NFP, NCA dan juga Scientific Authority untuk Protokol Nagoya kepada Sekretariat CBD

Dengan telah diratifikasinya Protokol Nagoya, Indonesia telah menyiapkan beberapa perangkat pendukung untuk implementasi Protokol Nagoya berupa Pedoman Pemberitahuan Atas Dasar Informasi Awal (PADIA/PIC) dan Kesepakatan Bersama (KB) yang menjadi dasar pemberian ijin akses pemanfaatan SDG dan pengetahuan tradisional terkait SDG serta pedoman untuk penyadar tahuan masyarakat dan peningkatan kapasitas dalam implementasi Protokol Nagoya.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Ir. Arief Yuwono, MA,
Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim KLH,
telp/fax: 021-85904923,