KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pertemuan ke tujuh dari Negara-negara anggota Konvensi Keanekaragaman Hayati (Seventh Meeting of the Conference of the Parties to the Convention on Biological Diversity- COP 7 CBD) akan diselenggarakan di Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur, 9-20 Februari 2004 yang akan datang, dan sekaligus merupakan peringatan 10 tahun berlakunya Konvensi yang merupakan payung dari pengelolaan keanekaragaman hayati secara global. 

Delegasi Indonesia yang terdiri dari wakil-wakil instansi terkait, LSM dan para pakar keanekaragaman hayati nasional telah mengadakan beberapa kali pertemuan persiapan untuk menyusun posisi RI dalam rangka menghadapi pertemuan akbar kali ini yang memfokuskan pada isu keanekaragaman hayati di ekosistem pegunungan; peran dari kawasan perlindungan (protected areas) dalam pelestarian keanekaragaman hayati, alih dan kerjasama
teknologi.

Selain itu, pada COP 7 akan membahas pula tindaklanjut dari World Summit on Sustainable Development, progress program tematik, rencana kerja jangka panjang dari COP (sampai 2010), serta rencana strategis dan operasional dari Konvensi.
Pertemuan COP di Malaysia ini akan dilanjutkan dengan Pertemuan Para Pihak yang pertama dari protocol Cartagena (Meeting of the Parties to the protocol Cartagena) atau COP MOP 1 pada tanggal 23-27 Februari 2004. Pertemuan ini yang merupakan pertemuan pertama setelah Protocol berlaku (enty into force) akan membahas substantive isyu antara lain decision on procedure; information sharing and biosafety clearinghouse; compliance;liability; monitoring and reporting; serta program of work dari COP-MOP 1.

Menteri Negara KLH akan hadir pada Ministerial high level segment dari COP 7 yang akan berlangsung pada tanggal 18-19 Februari 2004 di tempat yang sama. Ada 3 isyu strategis yang menjadi topic utama pembahasan pertemuan tingkat menteri ini yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Sains dan Lingkungan Hidup, Malaysia, yaitu scientific assessment, transfer of technology, dan international regime on access and benefit sharing .
Indonesia yang dikenal sebagai negara pemilik kekayaan keanekaragaman hayati yang besar (mega biodiversity) merupakan negara kedelapan yang menandatanagni Konvensi ini pada tanggal 5 Juni 1992, dan merupakan Negara Pihak dari CBD sejak tahun 1994. 

Tanggapan dan komentar lebih lanjut tentang persiapan Delegasi Indonesia pada pertemuan COP 7 dan COP-MOP 1 CBD (draf posisi terlampir), dapat dialamatkan pada e-mail
pusat_kehati@yahoo.com  atau kehati@menlh.go.id 
atau menghubungi :

Ibu Utami Andayani 

Sekretariat National Focal Point CBD 

d/a Asisten Deputi Keanekaragaman Hayati
Kementerian Lingkungan Hidup 

Tel: (021) 851 7163
Fax: (021) 8590 5770