KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SANY0714_1.jpgMagelang, 21 April 2009. Hijauan hutan masih terlihat asri di sekitar kawasan hulu Das Progo, yang membentang di antara Gunung Merapi, Lawu dan Gunung Sumbing. Sebanyak 150 orang kader lingkungan yang berdomisili di KabupatenMagelang, yang tersebar, antara lain di Desa Sambak, Sidorejo, Mangunrejo, Sukomakmur, Wadas, Bambusari, Pucung Roto, Krumpakan,  dan Sutopati, turut berperan mejaga kelestarian kawasan ini.

Dimotivasi oleh  tokoh Desa Sambak, Bambang Herry Subrastawa, kesadaran masyarakat sekitar Hulu DAS Progo mulai terbangun dengan baik. Bambang Herry dikenal sebagai fasilitator pengelolaan kawasan dengan pengembangan ekonomi ekologis kawasan agrowanawisata secara kolaboratif . Ia memprakarsa pelembagaan pengelolaan air bersih berbasis masyarakat kerja sama kader lingkungan di sembilan desa (Desa Sukorejo, Sukomulyo, Krumpakan, Mangunrejo, Sambak, Bambusari, Madukoro, Kuwaderan dan Wonogiri) di kawasan Hulu DAS Progo) dengan Koperasi Darmowarih Tirtolestari. Upaya penguatan kapasitas kader lingkungan terus dilakukan melalui pelatihan dan dialog antar  anggota maupun kelompok tani yang menjadi kader lingkungan.

Bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April 2009, dilaksanakan dialog dan pelatihan penguatan kapasitas kader lingkungan kawasan hulu DAS Progo, di Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini merupakan  kerjasama Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Yayasan Kuncup Mekar (YKM) yang dipimpin oleh Bambang Herry. Sebanyak 150 orang kader lingkungan beserta undangan dari PKK, dan Pemerinta Kabupaten Magelang, turut dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Magelang, H. Muh Zainal Arifin, SH, menekankan pentingnya peran masyarakat pedesaan dalam menjaga hutan di kawasan hulu DAS Progo. Kesejahteraan masyarakat sangat  tergantung pada  kelestarian hutan kawasan sekitar  hulu DAS Progo, Gunung Sumbing, Merapi dan Lawu. Sejalan dengan itu, Deputi MENLH Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, mengingatkan bahwa kerusakan hutan  hanya akan membawa bencana bagi masyarakat, sebagaimana dapat terjadi di Pengalengan, Garut dan  dataran tinggi Dieng. Karena itu, pemerintah akan senantiasa mendorong berkembangnya inisiatif masyarakat untuk mejaga kelestarian lingkungan hidup sekitarnya.

Sehubungan dengan upaya peningkatan peran masyarakat dalam mejaga kawasan hutan, isu utama yang berkembang dalam dialog adalah terkait dengan solusi mengurangi beban terhadap hutan, antara lain melalui pengembangan  ternak sapi dan kambing. Diharapkan fasilitasi dari pemerintah Kabupaten Magelang dan pihak-pihak terkait untuk dapat memfasilitasi hal tersebut. (jp)

Sumber:
Asdep Urusan Masyarakat Pedesaan, Deputi VI
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Jalan D.I. Panjaitan, Kebon Nanas,  Jakarta Timur 13410
Telp (021) 8520392; Faks. (021) 8580087
E-mail: kalpataru@yahoo.com