KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Ungaran, 19 April 2004. Deputi Bidang Pengembangan Peran Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, bekerjasama dengan Koperasi Agro Indonesia – Mitra Tani Mandiri Kabupaten Semarang, selaku penyelenggara. Dialog tersebut, dimaksudkan agar masyarakat dapat berperan secara aktif dan memiliki keberdayaan (sadar, paham dan mandiri) sesuai kemampuannya dan sekaligus menjadi ajang untuk membangun dan menguatkan jejaring antar kelompok maupun organisasi masyarakat, menumbuhkan inisiatif masyarakat, mensinergikan berbagai inisiatif, serta membangun komitmen para pihak dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan.

Output dari dialog interaktif dimaksud, diharapkan antara lain bahwa kader-kader masyarakat peduli lingkungan yang terbentuk dari setiap kelompok menjadi pionir bagi pengembangan pengetahuan kepada masyarakat sekitarnya. Selanjutnya jaringan kelompok masyarakat peduli lingkungan yang terbentuk diharapkan pula akan mempunyai akses kepada forum Parliament Watch bidang lingkungan hidup�.

Kegiatan ini diikuti oleh 165 orang, terdiri dari: 29 orang berasal dari kelompok masyarakat perkotaan; 40 orang berasal dari kelompok masyarakat perdesaan; 30 orang berasal dari kelompok masyarakat pesisir dan laut; 30 orang berasal dari undangan unsur aparat pemerintah daerah yang terdiri dari aparat Propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Semarang dan Kota semarang. Sedangkan sisanya berasal dari unsur pengusaha, LSM, penyumbang anakan pohon, penyangga tata-niaga produk pertanian yang ditanam oleh kelompok tani peduli lingkungan (dalam hal ini Kimia Farma) bagi kelompok tani yang menanam jarak kepyar sebagai bahan baku obat-obatan dan kosmetika, serta dari unsur Kementerian Lingkungan Hidup, para pengurus Mitra Tani Mandiri dan wartawan Suara Merdeka, Jawa Pos, Republika dan Tabloid Interupsi milik Pemda Kabupaten Semarang.

Kapedalda Kabupaten Semarang Ir. Slamet Wahyono bahwa untuk menyukseskan gerakan peduli lingkungan harus dilakukan hingga tingkat kecamatan dan yang paling penting harus menciptakan keseimbangan antara pendapatan perekonomian dan lingkungan hidup. Sedangkan Deputi Bidang Pengembangan Peran Masyarakat Ir. Arie D.D. Djoekardi, MA. berpesan perlu dilakukan upaya menumbuhkan peran aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan, karena belum dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat. Maka perlu melibatkan dan mengajak semua lapisan masyarakat mulai dari hulu ke hilir dan mulai dari pedesaan hingga perkotaan. Masyarakat bersama pemerintah harus bersama-sama mengatasi persoalan lingkungan hidup. Jika masyarakat telah menyadari peran, hak dan tanggung jawab terhadap lingkungan maka akan mampu mengatasi persoalan dan permasalahan lingkungan melalui inisiatif lokal. Sehingga dengan bekal sadar dan peduli lingkungan akan mampu meproteksi lingkungan dari berbagai perusakan dan pencemaran di daerahnya.

Informasi lebih Lanjut:
Asisten Deputi Urusan Msyarakat Perdesaan,
Tradisional dan Adat pada Deputi III KLH