KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta (ANTARA News) – Sebanyak sembilan destinasi dan daya tarik wisata alam di tanah air yang dinilai mampu menerapkan pelestarian alam berwawasan lingkungan dianugerahi Citra Pesona Wisata (Cipta) Award 2010.

“Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan menjadi perhatian pemerintah dan masuk dalam rencana strategis kami sampai 2014,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Firmansyah Rahim, dalam jumpa pers di Gedung Kemenbudpar Jakarta, Kamis.

Kemenbudpar akan menganugerahkan Cipta Award 2010 kepada para pengelola daya tarik wisata alam di tanah air yang berprestasi dan berjasa dalam pelestarian alam berwawasan lingkungan.

Firmansyah menjelaskan, Cipta Award 2010 digelar sebagai hasil kerja sama Kemenbudpar dan Kementerian Dalam Negeri.

Dalam waktu dua bulan sejak pendaftaran dibuka pada 1 Juni sampai 31 Juli 2010, tim juri telah melakukan verifikasi dan menetapkan 89 peserta dari 15 provinsi.

“Saat ini tim juri telah menetapkan 15 finalis Cipta Award 2010 yang terbagi dalam tiga kategori yakni tiga destinasi kelolaan pemerintah, swasta (BUMN/BUMD, dan BUMS), serta LSM,” kata Firmansyah.

Cipta Award 2010 akan diumumkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, pada 28 Oktober 2010 di Jakarta.

Para finalis untuk kategori pemerintah dan pemerintah daerah adalah Taman Nasional Ujung Kulon (Banten), Taman Nasional Bali Barat (Bali), Taman Laut Iboih-Sabang (Aceh), Tanjung Putting (Kalteng), dan Tanah Lot (Bali).

Untuk kategori swasta (BUMN, BUMS, BUMD) yakni Aman Wana Resort, Pulau Moyo (NTB), Elephant Safari Park Gianyar (Bali), Bagus Agro Pelaga (Bali), Sari Ater Hot Spring (Jabar), dan Pasir Mukti Bogor (Jabar).

Sedangkan kategori LSM (kelompok masyarakat atau perorangan) adalah Gili Trawangan Ecotourism (NTB), Rinjani Trek (NTB), Wisata Penyu Berau (Kaltim), Gitgit Buleleng (Bali), dan Sangeh (Bali).

Sementara itu salah satu juri yang juga praktisi pariwisata berkelanjutan dan ekowisata, Ary S. Suhandi, mengatakan, indikator penilaian dilihat dari sisi penggunaan manajemen pengelolaan lingkungan yang baik, indikator menerapkan peraturan kunjungan dan diatur secara sistem sirkulasi, dan dibangun di atas lahan sesuai peruntukannya.

“Untuk menyaring 15 finalis ini kita sudah melakukan 7 langkah dan melakukan verifikasi cek fisik ke lapangan,” katanya.
(ANT/A024)

Sumber:
Antaranews.com