KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Saat ini DKI Jakarta menempati urutan ke-3 di dunia sebagai kota dengan tingkat polusi udara sangat tinggi. "Posisi Jakarta setelah Meksiko City dan Bangkok," menurut Selamet Doroyni, Direktur Eksekutif Walhi Jakarta.

Dengan kemacetan lalu lintas hampir terjadi setiap hari, asap kendaraan bermotor menyumbang hampir 70 persen pencemaran udara di Jakarta. Sisanya sebanyak 30 persen dicemari oleh cerobong pabrik.

Berdasarkan catatan 2006, Kepala bidang Informasi dan Kemitraan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah Pemda DKI, Hotman Silaen mengatakan kualitas udara baik di DKI Jakarta hanya 37 hari, enam hari udara tidak sehat, dan 105 hari dengan kualitas udara sedang. "Meski jumlah hari baik meningkat dibanding 2005 tetap saja kondisi udara Jakarta mengawatirkan karena maraknya pencemaran udara dari kendaraan". Sedangkan Wakil ketua DPRD DKI Jakarta, Ahmad Heriyawan mengharapkan kedepan perlu dipikirkan bagaimana menyediakan angkutan massal yang ramah lingkungan. Seperti yang dikutip pada harian Jurnal Nasional. Kamis, 4 Januari 2006.

Pada saat ini Pemerintah Provinsi DKI, baru memiliki 81 unit bengkel uji emisi, dengan tenaga teknisi sebanyak 303 orang. Rencananya, tahun ini akan dilatih kembali, sebanyak 800 orang serta peralatan untuk uji emisi, teknisi ini rencananya akan menangani 4,9 juta unit kendaraan bermotor yang ada di Jakarta pada 300 bengkel uji emisi baru. 

Sumber berita:
Harian
Jurnal Nasional, Hal. 14
4 Januari 2007,