KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA



Brisbane, Jumat 22 Januari 2010. Pembentukan Center of Exellence for Sustainable Development for Indonesia  (CESDI) atau Pusat Kajian Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia di Griffith University, Brisbane Australia pada tanggal 21 Februari 2006 yang lalu sebagai kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dengan Griffith University adalah merupakan dukungan Internasional terhadap upaya mencapai pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam kerangka  tersebut di atas pada tahun 2009 Pemda Sulawesi Selatan dan Makassar juga telah menanda tangani kesepakatan dengan Griffith University dalam hal  peningkatan kapasitas dan program Healthy City. Sebagai implementasinya pada akhir tahun 2009 14 (empat belas) orang dosen dari Universitas Hasanuddin Makassar diberangkatkan untuk mengikuti program Doktoral sandwich di Griffith University. Diharapkan program ini  dapat direplikasi oleh daerah dan universitas lain di Indonesia, terutama untuk universitas di Kalimantan dan Sumatera.

 

Untuk mengembangkan program, secara rutin kedua belah pihak melakukan pertemuan. Terkait dengan hal tersebut, maka pada tanggal 22 Januari 2010 yang lalu, Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. DR. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS didampingi oleh Sekretaris MENLH Ir. Arief Yuwono, MA. dan Deputi MENLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat DR. Henry Bastaman, MES., dan Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal RI di Sydney, Siuaji Raja menghadiri pertemuan dengan Griffith University.

Menneg LH  diterima oleh Vice Chancellor dan President Griffith University, Prof. Ian O’Connor; Dean Academic, Science, Environment and Engineering and Technology Associate Prof. Clyde Wild; Director International Marketing and Business Development Ann Hammond; Director Center for Environment and Population Health Prof. Cordia Chu, Director for Center of Excellence for Sustainable Development for Indonesia (CESDI) Dr Peter Davey, Director Research CRC for Sustainable Tourism Prof David Simmons , Senior Lecturer Dr Kees Hulsman, serta Academic Staf Ass. Prof. Richard Hindmarsh.

Dalam sambutannya MENLH menyampaikan beberapa hal, antara lain tentang isu lingkungan regional dan perubahan iklim terutama mengenai hasil COP 15 Copenhagen Desember 2009, yaitu Indonesia mentargetkan dapat menurunkan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) sebesar 26 % dan 40% pada tahun 2020. Untuk mencapai target tersebut, saat ini tengah dilakukan berbagai kegiatan persiapan dalam rangka mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim di Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut,  KLH mengusulkan agar pada bulan Juni 2010 diselenggarakan pertemuan kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri  yang saat ini sedang dalam penjajakan dan telah melakukan kerjasama dengan KLH, yaitu Griffith University Australia, University of Yale USA, Hiroshima University, University of Twente  Netherland, Stankin University Rusia, Lincoln, Nan Yang University Singapore, dan Kent University England. Pertemuan tersebut selain untuk membentuk koneksi dan jaringan kerjasama global, juga direncanakan untuk membahas tentang isu perubahan iklim dan persiapan menghadapi COP 16 Meksiko.

Dukungan Internasional dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan di Indonesia juga diperoleh dari STANKIN University, Rusia dan  Lincoln University, New Zealand pada pertemuan terpisah yang dihadiri oleh Dr Henry Bastaman, MES. 

Sebelum dilakukan prosesi penganugerahan sertifikat penghargaan oleh Menneg LH kepada 14 orang mahasiswa S3 yang telah berhasil menyelesaikan masa kuliah 3 bulan dalam rangka sebagai bagian dari program Doktoral sandwich, para mahasiswa tersebut mempersembahkan lagu dengan kostum tradisional Sulawesi Selatan.  Selanjutnya, MENLH berkesempatan menyaksikan dan memberikan masukan terhadap presentasi proposal desertasi yang terkait dengan kondisi dan situasi pengelolaan lingkungan di Indonesia dari 4 (empat) orang wakil mahasiswa, termasuk mahasiswa Australia. Kunjungan kerja Menneg LH di Griffith University diakhiri  dengan melakukan diskusi para mahasiswa S3 tersebut (srs)

Keterangan lebih lanjut :
Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup
Gd B lantai 2 KLH t/f . 8580104/8580105
Email : ria@menlh.go.id,
Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Gd B lantai 5 KLH, t/f 8580087
Email :  srs@menlh.go.id