KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

dep_6_kota.jpgPermasalahan lingkungan di negeri kita sudah 30 tahun ditangani secara kelembagaan,  yakni sejak Kementerian Negara Lingkungan Hidup berdiri pada tahun 1978,  namun  kerusakan dan permasalahan lingkungan semakin meningkat dan lajunya lebih kencang dibanding dengan upaya perbaikannya. Padahal Peraturan perundangan sudah cukup banyak, begitu juga para ahli lingkungan lulusan universitas ternama di luar negeri jumlahnya kian bertambah. Saat ini penduduk dunia berjumlah lebih kurang 7 milyar dan diprediksi menjadi  lebih kurang 10 milyar pada tahun 2030, begitu juga dengan penduduk Indonesia yang saat ini berjumlah lebih kurang 230 juta jiwa diprediksi akan menjadi lebih dari 300 juta pada tahun 2030.

Jumlah penduduk yang terus bertambah memang membawa konsekwensi terhadap perubahan tatanan lingkungan, namun yang sangat mendasar adalah terjadinya perubahan perilaku dan gaya hidup manusia yang sulit untuk mengendalikan keinginannya dalam berbagai hal mulai dari pola konsumsi, kepemilikan benda, dll, sehingga memicu terjadinya eksploitasi secara besar-besaran yang tidak hanya berdampak terhadap meningkatnya kerusakan lingkungan tetapi juga menjadi penyebab terjadinya pemanasan global.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi terjadi di seluruh dunia. Oleh karena itu, ketika para ahli lingkungan dunia berkumpul di Bali untuk mencari solusi mengantisipasi terjadi kerusakan lingkungan dan pemanasan global memberikan kesimpulan antara lain  bahwa  “Penyebab terjadinya kerusakan lingkungan adalah prilaku manusia