KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Tiga puluh Enam pondok pesantren se cluster madura ikuti sosialisasi Program eco-pesantren.

eco_madura.jpgHal yang sangat tepat apabila dalam kondisi lingkungan seperti sekarang ini, KNLH membawa serta Pondok Pesantren dan mengikutsertakannya memerangi kerusakan lingkungan, dimana melalui Pondok Pesantrten ini kerusakan alam dapat diminimalisir melalui dakwah-dakwah untuk memperbaiki moral dan perilaku manusia, demikian disampaikan oleh K.H. Jazuli Nur Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Amanah Bangkalan, Madura.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Rektor Universitas Trunojoyo bahwa penyempurnaan perilaku manusia kita mulai dari Pondok Pesantren. Pondok Pesantren merupakan penggemblengan calon-calon pemimpin, paling tidak pemimpin-peminpin mesjid. Pondok Pesantren Nurul Amanah ini dimana sosialisasi dilaksanakan, merupakan tempat komunitas Pondok Pesantren di cluster Madura melakukan komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dengan selesainya Jembatan Suramadura, Madura tidak dapat lagi mengelak dari modernisasi yang mengakibatkan degradasi lingkungan dan moral yang lebih parah. Karena itu hanya manusia yang memiliki moral yang dapat bertahan mengahadapi perubahan ini.

Kerusakan lingkungan sangat luar biasa, kita tidak tahu apakah ini takdir Allah atau akibat ulah kita bersama. Mungkin habluminannas atau habluminallah kita masih kurang dan perlu dilengkapi dengan habluminalalam. Kita tahu bahwa KNLH ini memiliki anggaran yang paling kecil dibandingkan yang lainnya, namun kita harus bersyukur bahwa dari anggaran yang kecil itu sebagian masih disisakan untuk Pondok Pesantren. Mengapa pesantren dilibatkan, karena memiliki beberapa peran yaitu : sebagai cultural broker, lembaga mediator, pengawas perubahan sosial dan lingkungan, pengendali perubahan sosial, pengarah perubahan sosial dan sebagai basis moralitas perubahan sosial. Setelah kegiatan ini Ponpes di Madura harus lebih tegas, tegur dan hukum perusak lingkungan tersebut, sebab apabila Ponpes membiarkannya maka Ponpes tidak memliki peran penting lagi. Demikian Prof. Dr. H. Nur Syam dari IAIN Sunan Ampel Surabaya selaku Nara Sumber dalam sosialisasi ini.

Sementara Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan yang mewakili Deputi VI KNLH, menyampaikan pada intinya permasalahan lingkungan khususnya di kota besar tidak terlepas dari 4 persoalan besar yaitu : pengelolaan sampah, Ruang Terbuka Hijau, pengelolaan air, tanah, udara dan hemat energi yang tidak dapat berdiri sendiri tetapi semuanya menyumbangkan wajah perkotaan yang kita temui.

Sosialisasi Program Eco-Pesantren dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2008, bertempat di Pondok Pesantren Nurul Amanah Bangkalan, diikuti 90 orang peserta dari 36 Ponpes yang ada di 4 Kabupaten Madura.

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan KNLH,
Tlp./Fax : 021-85911211.