KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

80 Orang Pimpinan Dan Pengurus Pondok Pesantren Cluster Nusa Tenggara Barat  Dikukuhkan Sebagai  Kader Lingkungan Pondok Pesantren
eco_NTB_pesantren.jpgWilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami perubahan lingkungan yang sangat drastis, perjalanan dari Mataram ke Bima yang dulu melewati wilayah yang hijau saat ini sudah berubah menjadi coklat dengan pepohonan yang meranggas karena kekeringan, udara di Kota Bima sudah terasa seperti di Aropah (Saudi Arab) karena panasnya yang luar biasa, namun masih beruntung karena masih ada air yang dapat di Bor, sehingga kehidupan masih dapat berlangsung, pernyataan itu disampaikan oleh Drs. H. LI. Suhaimi Ismy Kepala Kanwil Dep. Agama Propinsi Nusa Tenggara Barat. Sementara Itu Kepala Bapedalda Proponsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Bakri  dalam sambutan pembukaan Sosialisasi Progran Eco-Pesantren dan Pemben-tukan Kader Lingkungan Cluster Nusa Tenggara Barat, yang diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus 2008 di Hotel Lombok Garden Kota Mataram, kerjasama kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Yayasan Karisma Pertiwi Indonesia (YKPI), antara lain menyampaikan bahwa dalam kurun waktu tahun 1985-2005 (+20 tahun) Propinsi Nusa Tenggara Barat kehilangan 60 % sumber mata air dari yang semula berjumlah 700 mata air pada tahun 2005 hanya tinggal 180 mata air dengan debit yang sangat menurun. Ini salah satu indikator telah rusaknya  lingkungan dan Ecosistem di Nusa Tenggara Barat.

Oleh karena itu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup mengajak Pondok Pesantren untuk peduli terhadap lingkungan adalah sangat tepat, mengingat kerusakan lingkungan yang luar biasa saat ini lebih disebabkan karena ulah tangan manusia. Tuan Guru dan Pondok Pesantrennya adalah sarana yang sangat strategis dalam menyadarkan umat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya, karena peran Tuan Guru sebagai  agen kemajuan, agen pembangunan dan agen perubahan yang diharapkan dapat membawa kita kembali  kepada kehidupan yang ramah lingkungan.

Kegiatan tersebut telah menghadirkan pembicara dari kalangan Pemerintahan dan Praktisi Lingkungan, seperti : Drs. H. LI Suhaimi Ismy ( Kepala Kanwil Dep.Agama Propinsi Nusa Tenggara Barat), Drs. H. Lalu Bakri (Kepala Bapedalda Propinsi Nusa Tenggara Barat), Tuan Guru H. Hasanaen Juaeni, Lc  (Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain) dengan judul Pengelolaan lingkungan berdasarkan Hadits dan Teologi lingkungan, Zainul Aidi, SP(Praktisi Agama dan Lingkungan dari ICMI NTB) dengan judul Mengembangkan Jejaring dan Kemitraan dalam mewujudkan Pesantren Ramah Lingkungan dan dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Sementara itu Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan, mewakili Deputi VI dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa kegiatan yang diikuti oleh 80 orang peserta, perwakilan dari 33 Pondok Pesantren di kawasan Perkotaan Nusa Tenggara Barat  ini, merupakan kelanjutan dari kegiatan Pertemuan Nasional dan Peluncuran Program Eco-Pesantren tanggal 5-6 Maret 2008 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Program Eco-Pesantren yang akan diikuti dengan berbagai tahapan kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi program  yang aplikatif guna mendorong  dan meningkatkan peran pondok pesantren dalam pengelolaan lingkungan hidup. Disampaikan pula bahwa sampai saat ini sudah ada 252 penerima penghargaan Kalpataru dari berbagai kelompok masyarakat, 10 diantaranya adalah Pondok Pesantren. Melalui Program Eco-Pesantren ini diharapkan dapat mencetak para penerima Kalpataru baru yang dapat menjadi pelopor dalam berbagai upaya kegaitan ramah lingkungan seperti pengelolaan sampah, pengelolaan air bersih, penghematan sumber daya, penghematan energi dan melakukan kegiatan penghijaun untuk mengurangi polusi udara diperkotaan.

Sumber :
Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan, Deputi VI, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Gedung B. Lantai VI, Telpon.Fax : 021- 85911211