KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 

Berbagai kasus kerusakan lingkungan yang terjadi baik lingkup global maupun nasional jika dicermati sebenarnya berakar dari perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap alam dan lingkungannya. Pertambahan penduduk yang semakin pesat telah mengakibatkan terjadinya eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, sehingga memicu terjadinya kerusakan dan degradasi lingkungan. Saat ini kita dihadapkan pada masalah Global Warming yang dapat membahayakan kelangsungan hidup seluruh mahluk hidup termasuk manusia. Kenaikan suhu bumi, perubahan iklim yang tidak menentu, mencairnya es di kutub utara dan selatan, naiknya permukaan laut dan berkembangnya berbagai wabah penyakit merupakan dampak pemanasan global yang sedang kita rasakan saat ini.

Demikian antara lain disampaikan oleh Ir. Bambang Widyantoro dalam mewakili Deputi VI KLH  pada pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren  dan Pembentukan Kader lingkungan Pondok Pesantren Cluster Jawa Timur Tahap III  yang meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo, dihadiri 95 orang Pimpinan dan Ustadz  perwakilan dari 45 Pondok Pesantren, bertempat di Hotel B.J. Perdana, Kota Pasuruan  tanggal 29 Juni  2010.

Sementara itu  oleh Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si, Rektor IAIN Sunan Ampel  Surabaya dalam paparan materi berjudul Kewajiban Manusia dalam Melesterikan Lingkungan berdasarkan perspektif Islam antara lain menyampaikan, upaya pelestarian alam merupakan hal yang mutlak dilakukan untuk menjamin ketersediaan air, mencegah kerusakan tanah, longsor serta menjamin ketersediaan sumber daya alam bagi generasi mendatang. Konsep Hablumminal Alam tentang keserasian hubungan manusia dengan alam semesta, perlu mendapatkan perhatian serius agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan masyarakat muslim Indonesia 90% masih mempercayai kyai. Oleh karena itulah peran Pesantren sebagai Agen Perubahan dan Agen Pembangunan diharapkan juga dapat menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan lingkungan dan mendorong tumbuhnya inisiatif dan aksi nyata mengatasi permasalahan lingkungan melalui jalur agama serta peran Kyai lingkungan, Santri lingkungan dan Ustadz lingkungan.

Pada kesempatan yang sama Kepala  BLH Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik Program Eco-Pesanten ini, karena diyakini bahwa keterlibatan para tokoh agama sangat positif terutama dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam serta mempertahankan predikat Jawa Timur sebagai peraih penghargaan lingkungan terbanyak dibanding dengan provinsi lain, baik penghargaan Adipura, Kalpataru maupun Adiwiyata.

Pada kesempatan yang sama K.H. A. Mujib Imron, SH, MH, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Areng-Areng Wonorejo dalam memaparkan materi pengembangan jejaring dan kemitraan dalam mewujudkan Pondok Pesantren ramah lingkungan antara lain menyampaikan bahwa diperlukan upaya pengembangan model kemitraan melalui pembentukan percontohan pesantren ramah lingkungan dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat seperti Pengusaha, Pemerintah, Masyarakat dan Perguruan Tinggi.

Kepada peserta selain  diberikan materi tersebut di atas, diberikan kesempatan mengikuti lomba usulan kegiatan ramah lingkungan pendukung Eco-Pesantren dan copy CD Pengelolaan sampah organik di kebun karinda, (ws)

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat perkotaan