KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Teknologi Sumur Resapan dan Biopori pada acara Eco-Product International Fair (EPIF) 2010  turut mewarnai EPIF ke enam yang merupakan pameran international produk ramah lingkungan yang diselenggarakan pada tanggal 4-7 Maret 2010 yang lalu di JCC.

Terganggunya keseimbangan daya dukung sumber daya air dalam kenampakan bentang alam, dicirikan oleh lahan-lahan kritis dengan produktivitas rendah, serta tidak mampu lagi meresapkan air kedalam tanah. Mencermati hal tersebut, Kementerian Negara Lingkungan Hidup cq. Asdep Pengendalian  Kerusakan Sungai dan Danau melakukan upaya melalui implementasi teknologi sumur resapan dan biopori yang ramah lingkungan untuk disosialisakan kepada masyarakat luas. Upaya tersebut dilakukan untuk mengajak masyarakat  agar  mampu menciptakan kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan air tanah bagi kepentingan bersama di masa kini dan masa yang akan datang.

Pada acara tersebut pengunjung ramai mengunjungi stand KLH ditandai dengan antusias mereka  menanyakan tentang biopori dan sumur resapan sebagi bukti ketertarikan masyarakat terhadap program tersebut. Implementasi tentang biopori, sumur resapan dangkal ( 40 m) dan unit bangunan rumah disajikan dalam bentuk maket. Pada acara EPIF yang diselenggarakan atas kerjasama antara APO, Kadin Indonesia, dan Kemenakertrans sebagai national productivity Organization (NPO) untuk Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup, Bapak Emil Salim beserta Ibu dan Menteri Negara Lingkungan Hidup turut berkunjung  ke stand KLH. Dalam kunjungan tersebut Bapak Emil Salim sangat mendukung program sumur resapan dan biopori yang sedang digalakkan oleh Asdep Pengendalian  Kerusakan Sungai dan Danau, Deputi III, KLH.

Issu krisis air dan banjir di Indonesia khususnya diwilayah perkotaan telah menjadi kenyataan, karena upaya pengelolaan sumber daya air secara terprogram, terpadu dan berkelanjutan belum efektif. Untuk itu, implementasi pengelolaan sumberdaya air tanah bukan saatnya untuk ditelaah atau perlu tidaknya dilakukan, namun upaya pemulihan  melalui aplikasi sumur resapan merupakan tindakan strategis yang harus diimplementasikan. Metode pelaksanaan pemanfaatan air hujan telah tertuang dan diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.12 Tahun 2009.

Informasi lebih lanjut :
•    Asdep Pengendalian Kerusakan Sungai dan Danau, KLH,Telp/Fax : 021-854771,
Email : sunda@yahoo.co.id