KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Negara Lingkungan Hidup mendukung kebijakan pemerintah yang terkait produk otomotif diantaranya adalah peraturan keuangan, pajak, pengembangan industri otomotif sehingga bersaing dengan industri otomotif negara-negara produksen lainnya. Dengan terbitnya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 141 tahun 2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru dan Kendaraan Bermotor yang Sedang Diproduksi (Current Production) industri otomotif dipacu mempunyai daya saing di dalam negeri dan produk ekport kendaraan bermotor.

Masyarakat penggemar otomotif pada saat ini bukan hanya melihat model kendaraan, kegunaan, kehandalan mesin dan hobby, akan tetapi lebih kepada peminatan konsumsi bahan bakar. Dengan memperhatikan konsumsi bahan bakar berarti sekaligus mempunyai nilai emisi gas buang rendah. Pengembangan konsumsi bahan bakar pada kendaraan bermotor menjadi sangat penting dalam pengembangan teknologi mesin kendaraan bermotor, karena ketersediaan minyak mentah di alam sangat terbatas. Selain itu produksen minyak mempunyai keterbatasan dalam memenuhi keinginan pasar dunia. Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia pada setiap tahun terus meningkat karena kebutuhan masyarakat pengguna bahan bakar minyak khususnya untuk pemenuhan minyak kendaraan bermotor.

Pengguna kendaraan bermotor lebih menggemari kendaraan yang mempunyai konsumsi bahan bakar efisien (irit), bahkan kalangan pengendara angkutan umum sudah sejak lama melakukan penyetelan aliran bahan bakar minyak dengan istilah mereka “dicekek”. Akan tetapi cara demikian tidak dapat menyelesaikan masalah dan akan mengakibatkan kerusakan pada mesin kendaraan.

Beberapa negara sudah mengembangkan kendaraan mempunyai teknologi yang konsumsi bahan bakar yang efisien, bahkan teknologi yang sudah digunakan dengan “Hybrid System”, teknologi ini yang sudah diproduksi dapat mencapai 28 km hanya dengan mengkonsumsi bahan bakar minyak sebanyak 1 (satu) liter. Kendaraan ini diproduksi dengan harga yang masih tinggi pada saat ini, akan tetapi jika pasar Indonesia mempunyai permintaan yang tinggi, maka dengan hukum ekonomi tentunya diharapkan menjadi murah.

Selain itu pengembangan diversifikasi bahan bakar untuk memenuhi konsumsi bahan bakar kendaraan rendah emisi sedang dikembangkan dan tinggal menunggu produksi masal, sehingga masyarakat akan menikmati berkendaraan hemat bahan bakar dan rendah emisi.

Informasi lebih lanjut :

Assiten Deputi Urusan Emisi Kendaraan

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Sumber Non Institusi.

E-mail : emisikendaraan@menlh.go.id