KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kabupaten Lombok Barat, 3 Juli 2008
S
ebanyak 150 orang kader lingkungan Kab Lombok Barat yang dikukuhkan tahun 2007 mendapat pelatihan penguatan kapasitas kader dari 4 nara sumber yang juga penerima Kalpataru dari Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Revitalisasi Peran Penerima Anugerah Kalpataru di Kabupaten Lombok Barat yang dilaksanakan di Desa Lembah Sari, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat tanggal 3 Juli 2008. Kegiatan ini diikuti oleh 200 orang, terdiri dari 150 orang Kader Lingkungan dan 50 orang undangan dari tokoh agama/tuan guru, penerima Kalpataru LSM Koncep dan Walhi, pelajar dan guru, Universitas Mataram,  unsur Muspida Kab. Lombok Barat.

Mereka yang menjadi kader lingkungan adalah perutusan masyarakat adat, alim ulama/tuan guru, petani, nelayan yang merupakan binaan penerima Kalpataru (H Arfan dan H Abidin Mustakim). Mereka dikukuhkan sebagai kader lingkungan tahun 2007 setelah menyatakan komitmen dan melakukan kegiatan nyata dalam pelestarian lingkungan. Sebagai tindak lanjut, tahun ini mendapat pelatihan penguatan kapasitas kader lingkungan yang difasilitasi oleh KNLH. Materi pelatihan terdiri dari: Peran Kader LH; Metode Penangkaran Tumbuhan; Pengembangan Wanatani; Pemanfaatan Sampah; Budidaya Gaharu di Bawah Tegakan dan Metode Inokulasi Gaharu; Berternak Lebah Madu; Pendampingan Masyarakat (oleh LSM Koncep). Pelatihan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon, pendistribusian 2000 anakan gaharu, dan pencanangan Kebun Bibit.

Sebagai informasi, dari 252 penerima Kalpataru seluruh Indonesia, 5 di antaranya dari Propinsi Nusa Tenggara Barat, masing-masing: H Faturrahman penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 1993 dengan perestasi pembuatan terowongan sepanjang 2,2 km untuk pengairan lahan kritis; H Achmad Amin penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 1997 dengan kegiatan teknologi tetes air untuk antisipasi kekeringan; H Arfan penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 2002 dengan kegiatan budidaya gaharu; H Abidin Moestakim penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 2005 dengan kegiatan rehabilitasi lahan kritis dengan pola wanatani; dan Lalu Slamat penerima Kalpataru kategori Pengabdi Lingkungan dari Kabupaten Dompu tahun 2008. “Kelima penerima Kalpataru secara nyata telah menunjukkan komitmen dan prestasinya dalam memelihara lingkungan sehingga sangat tepat jika mereka adalah pendamping, narasumber, pelatih dan penyuluh yang baik