KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SIDOARJO, KOMPAS — Pulau yang terbentuk dari endapan lumpur Lapindo di muara Sungai Porong, Sidoarjo, seluas 83 hektar mulai ditanami mangrove. Penanaman mangrove diharapkan bisa mengembalikan keragaman biota di sekitar muara Sungai Porong. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto memulai penanaman mangrove, Sabtu (30/1). Mereka didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wakil Bupati Sidoarjo Saiful Ilan.

Rencananya, pulau lumpur itu akan dijadikan geo ecotourisme, proyek bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pekerjaan Umum, dan Lingkungan Hidup. Penanaman mangrove tahap awal berjumlah 45.000 bibit. Dana pada tahap awal, menurut Fadel, sebanyak Rp 15 miliar.

Dalam sambutannya, Fadel mengatakan, kekhawatiran pembuangan lumpur ke sungai akan mematikan biota laut ternyata tidak terjadi. Setelah mangrove tumbuh, akan dilepaskan benih ikan dan udang.
Sebaliknya, para nelayan dan petambak di sekitar Sungai Porong menyatakan, usaha mereka
hancur setelah pembuangan lumpur. Satupa (39), petambak bandeng dan udang di Desa Kupang, mengatakan, setelah pembuangan lumpur ke Sungai Porong, kualitas air untuk tambak rusak. Akibatnya, panen maksimal hanya setengah dari masa sebelumnya. Udang windu malah tidak bisa hidup.
Dalam dialog dengan para menteri, Sarip, perwakilan dari Forum Komunikasi Masyarakat Tambak Sidoarjo, mengatakan hal senada. Menurut dia, usaha rumput laut rusak. Akibatnya, harga yang semestinya Rp 4.300 per kilogram jatuh menjadi Rp 2.000 per kilogram. (INA)

Sumber:
Koran KOMPAS