Environmentally Sustainable City AWARD
Sebagai bentuk komitmen pelestarian lingkungan, Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN mendukung “Environmentally Sustainable City (ESC) Program” pada 4 Maret 2003 di Siem Reap, Kamboja dan mendirikan Kelompok Kerja untuk Kota Berwawasan Lingkungan (Working Group on Environmentally Sustainable City/AWGESC) dengan tujuan mengembangkan strategi dan rencana aksi.
24 Nov 2011 03:00 WIB
Berita Terkait
- Petugas Kebersihan KLH Ikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah
- Peluncuran jabatan Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup
- Penegakan Hukum Terhadap Importasi 113 Container Steel Scrap Yang Terkontaminasi Limbah B3
- Peresmian Unit Pelayanan Terpadu
- Menjadikan Pusdiklat dan Pusarpedal Sebagai “Centre of Excellence” di Bidang Lingkungan Hidup
Nusa Dua Bali, 23 November 2011, Kota-kota di negara ASEAN saat ini berada dalam berbagai tahap pembangunan, tetapi menghadapi satu masalah lingkungan yang serupa, yaitu; polusi udara dari industri dan kendaraan, kurangnya infrastruktur air limbah dan drainase, fasilitas serta manajemen pengelolaan sampah yang tidak memadai. Meskipun kota-kota di ASEAN telah memiliki program yang bertujuan untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan mereka, akan tetapi hal ini tidak sebanding dibandingkan dengan populasi, urbanisasi, industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.
Sebagai bentuk komitmen pelestarian lingkungan, Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN mendukung “Environmentally Sustainable City (ESC) Program” pada 4 Maret 2003 di Siem Reap, Kamboja dan mendirikan Kelompok Kerja untuk Kota Berwawasan Lingkungan (Working Group on Environmentally Sustainable City/AWGESC) dengan tujuan mengembangkan strategi dan rencana aksi.
Pada penyelenggaraan Workshop Sustainable Cities in ASEAN di Singapura pada tahun 2003, AWGESC telah mengembangkan konsep kerangka kerja Program Kota Berwawasan Lingkungan yang mengidentifikasi tujuan, strategi dan aktifitas untuk isu lingkungan : udara bersih (clean air), air bersih (clean water) dan kebersihan (clean land). Pada kesempatan itu pula, Indonesia mengusulkan pemberian penghargaan kepada kota yang menerapkan konsep “berkelanjutan” dengan mengacu pada program Adipura. Selanjutnya, dalam Workshop Pengembangan Indikator Kunci dan Penghargaan untuk Program Kota Berwawasan Lingkungan yang diselenggarakan pada bulan Desember 2005 di Jakarta, AWGESC telah mengembangkan kriteria untuk ketiga isu lingkungan tersebut sebagai dasar pemberian penghargaan.
“Lebih dari 50% populasi dunia hidup di kota, lebih dari dua pertiga konsumsi energi dan timbulan limbah termasuk emisi gas rumah kacanyan. Pengelolaan Perkotaan secara berkelanjutan merupakan kunci dalam memecahkan masalah lingkungan, termasuk perubahan iklim. Saya percaya bahwa negara-negara anggota ASEAN sudah memiliki berbagai upaya untuk mengurangi degradasi lingkungan terutama untuk daerah perkotaannya menuju kota-kota berkelanjutan yang berwawasan lingkungan”, demikian disampaikan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Balthasar Kambuaya.
Penghargaan ESC Award pertama kali diberikan kepada 10 kota dari 10 negara ASEAN pada tahun 2008 di Vietnam. Kriteria yang dipakai sebagai dasar pemberian penghargaan ini diserahkan pada masing-masing negara. Pada saat pertemuan Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN di Brunei Darussalam 2010, sepakat bahwa Penghargaan ESC Award yang kedua akan dilaksanakan tahun 2011. Terdapat dua jenis penghargaan, yaitu Piala yang diberikan kepada 10 kota dari 10 negara ASEAN dengan kriteria yang sama dengan penghargaan tahun 2008 dan penghargaan Piagam (Certificate of Recognition) yang diberikan kepada 6 kota yang memenuhi kriteria Air Bersih, Udara Bersih dan Kebersihan. Kategori kota dibedakan berdasarkan jumlah penduduk, untuk kota kecil populasi sampai 750.000 jiwa dan kota besar populasi sampai dengan 750.001- 1.500.000 jiwa. Daftar peraih penghargaan dapat dilihat pada lampiran berikut.
Informasi lebih lanjut:
Dra. Masnellyarti, MSc, Deputi Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah, KLH No.Tlp/Fax: 021-85905637, humas.klh@gmail.com
Lampiran
Siaran Pers Kementerian Lingkungan Hidup : Environmentally Sustainable City AWARD
Kota-Kota Penerima Environmentally Sustainable City Award
| COUNTRY | CITY |
| Brunei Darussalam | National Housing Scheme Rimba |
| Cambodia | Phnom Penh |
| Indonesia | Surabaya |
| Lao PDR | Xamneau |
| Malaysia | Perbadanan Putrajaya |
| Myanmar | Pyin Oo Lwin |
| Philippines | Puerto Princesa |
| Singapore | South West CDC |
| Thailand | Phuket |
| Viet Nam | Danang |
Kota-kota Penerima Certificate of Recognition
| INDIKATOR | KATEGORI | |
| KOTA KECIL | KOTA BESAR | |
| UDARA BERSIH | North Kuching City Hall, Malaysia | Makassar, Indonesia |
| AIR BERSIH | Kuantan Municipal Council, Malaysia | Banjarmasin, Indonesia |
| KEBERSIHAN | Phitsanulok, Thailand | Palembang, Indonesia |
- Lowongan
- Tautan
-
- EXTENDED UNTIL 19 FEBRUARY 2012: CALL FOR POSTER PRESENTATION ABSTRACTS IN GLOBAL CHANGE RESEARCH
- ANNOUNCEMENT NPM (NATIONAL PROJECT MANAGER)
- VACANCIES CONSULTAN FOR OZONE PROGRAME
- PENERIMAAN CPNS FORMASI TAHUN 2010
- JASA KONSULTAN BAHAN PERUSAK OZON KODE 21982
- INVENTARISASI AUDITOR LINGKUNGAN HIDUP DAN SELEKSI CALON LEMBAGA SERTIFIKASI KOMPETENSI (LSK) AUDITOR LINGKUNGAN HIDUP



