KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Negara Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Departemen Perindustrian, Bank Dunia, NEDO dan Kedutaan Pemerintah Kerajaan Denmark mengadakan sosialisasi CDM melalui executive training di Jakarta pada tanggal 25-26 Januari 2006.

CDM adalah salah satu mekanisme komitmen negara-negara untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Mekanisme di bawah Protokol Kyoto ini diratifikasi oleh Pemerintah RI dan DPR pada bulan Juli tahun 2004 melalui UU No. 17/2004. Selain itu, dengan CDM juga membantu pencapaian pembangunan berkelanjutan di negara berkembang, seperti Indonesia.
CDM dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan yang dapat mencegah, menekan dan mengurangi emisi gas rumah kaca seperti C02, (Carbon dioxide) CH4, (Methane), N20 (Nitrous oxide), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons), dan SF6 (Sulphur hexafluoride).

Indonesia turut serta dalam pelaksanaan CDM ini melalui pembentukan DNA-Indonesia atau Komisi Nasional-Mekanisme pembangunan Bersih (Komnas MPB) pada tingkat nasional dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 206 Tahun 2005. Komnas MPB ini akan berperan dalam pemberian persetujuan pada setiap dokumen desain proyek (Project Design Document) sebelum disetujui oleh Badan Eksekutif di tingkat internasional (Executive Board). Komnas MPB akan secara khusus memberikan penilaian dan persetujuan berkenaan dengan kriteria pembangunan berkelanjutan.

Sampai saat ini, Komnas MPB telah menyetujui 5 (lima) dokumen proyek yaitu: (a) PDD PT. Indocement (2 PDD) untuk bahan baku alternatif clan bahan bakar alternatif, (b) PT. Petromat Agrotech mengenai Solar Cooker, (c) PT. Multi Nabati Asahan, (d) PT. Murini Samsam mengenai pembangkit listrik berbahan bakar biomass limbah ketapa sawit. Sekretariat Komnas MPB juga telah menerima lagi 1 (satu) usulan proyek dari PT. Indotirta Suaka untuk Methane Capture Et Combustion from Swine Manure Treatment Project yang tahap pemeriksaan kelengkapan dokumennya telah selesai.
Dalam rangka mempromosikan dan memfasilitasi CDM, maka Indonesia telah menandatangani beberapa kerjasama (MoU) dengan beberapa negara maju seperti Belanda, Denmark, Austria dan Kanada. Indonesia sebagai negara berkembang akan mendapatkan bantuan dalam hal capacity building.
Peserta training ini mencakup para kepala daerah tingkat dua yaitu para Bupati/Walikota, perwakilan dari instansi pemerintah lainnya serta para high level management (Top Management) dari sektor swasta khususnya CEO perusahaan-perusahaan yang telah mendapatkan rating hijau dari PROPER-nya.

Informasi:
Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim
Tel: (021) 8517164 / 85902511
Email : climate@menlh.go.id
website : http://dna-cdm.menlh.go.id