KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Keterbatasan pendanaan bagi pembiayaan berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan. Skema pendanaan lingkungan yang dikembangkan Kementerian Negara Lingkungan Hidup sangat terbatas dan belum mampu menjawab permasalahan keterbatasan dana bagi berbagai upaya investasi lingkungan yang dilakukan oleh dunia usaha. Peluang pertukaran hutang melalui pembiayaan kegiatan lingkungan  atau yang dikenal dengan debt for nature swap merupakan alternatif pendanaan yang potensial dalam melengkapi skema pendanaan lingkungan yang ada.

Pada bulan Oktober 2002, Pemerintah Jerman dan  Pemerintah Indonesia telah bersepakat untuk mengurangi hutang melalui program debt swap sebesar € 107 juta. Sejak itu pula dilakukan upaya-upaya persiapan dalam rangka pelaksanaan DNS tersebut. Pada hari rabu, 3 Agustus 2006Sedangkan penandatanganan kesepakatan pengaturan (separate arrangement agreement) antar Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman,  merupakan perwujudan komitmen kedua pemerintah dalam pelaksanaan program debt for nature swap. Pemerintah RI dalam hal ini diwakili oleh Dirjen Perbendaharaan DepKeu, Bpk. Mulia P. Nasution dan Deputi VII MENH, Bpk. Isa Karmisa Ardiputra, sedangkan Pemerintah Jerman diwakili oleh Direktor KfW Jakarta, Mr. Manfred Kiefer.

Skema pendanaan yang digunakan adalah peneruspinajaman pendanaan melalui lembaga keuangan merupakan modifikasi skema pinjaman lunak lingkungan yang telah dikembangkan oleh KLH dengan target group yang berbeda, yakni usaha kecil dan mikro. 

Tujuan utama program DNS ini adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan di Indonesia melalui bantuan pendanaan bagi usaha mikro dan kecil yang memiliki akses yang terbatas terhadap jasa perbankan dalam penyediaan pendanaan bagi teknologi berwawasan lingkungan. Dana yang dialokasikan untuk program ini adalah sebesar € 6.25 juta atau setara dengan Rp.68 milyar dalam jangka waktu 5 tahun (2006-2010).  KLH telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 5 milyar untuk tahun anggaran 2006.

Investasi Lingkungan yang akan ditawarkan kepada Usaha Mikro dan Kecil ini tidak hanya peralatan yang dapat digunakan untuk mengelola limbah seperti Instalasi Pengolahan air limbah, tetapi juga peralatan yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi penggunaan sumber daya alam (mesin produksi). Dengan mesin produksi yang lebih ramah lingkungan, diharapkan Usaha Mikro dan Kecil dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing. Selain itu, dana dari DNS ini akan dapat pula digunakan untuk proses untuk mendapatkan sertifikasi produk yang ramah lingkungan.

Informasi lebih lanjut, hubungi  :

Asdep  Urusan Insentif dan Pendanaan Lingkungan

Kementerian Negara Lingkungan Hidup

Telp.: 021-8517161, e-mail : ldhewanthi@menlh.go.id