KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Hotel Bidakara, Jakarta – 9 Desember 2013.  Forum Nasional Komunikasi Lingkungan 2013 diselengarakan oleh Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat c.q. Asisten Deputi Komunikasi Lingkungan,  Kementerian Lingkungan Hidup.  Tema kegiatan ini adalah upaya meningkatkan pemahaman masyarakat akan lingkungan hidup dengan mengembangkan komunikasi yang efektif.

Salah satu tujuan kegiatan ini dapat terciptanya sinergi komunikasi antara sesama penggiat lingkungan, baik media massa elektronik, pemerintah, maupun swadaya masyarakat. Prof. Emil Salim mencoba mensinergikannya hasil paparan ke tiga nara sumber sebelumnya.  Dengan caranya masing-masing, media dengan caranya yang kreatf tetapi pesannya sampai walaupun dibawah dominasi rating penyiaran. Begitu juga dengan pemerintah pusat maupun daerah, peran informasi dan data harus akurat dan jujur dalam penyampainnya ke masyarakat. Begitu pula dengan swadaya masyarakat tentu berbeda dengan cara pemerintah dalam mengkomunikasikan perannya di masyarakat, harus lebih pada inti permasalahannya bisa pada para pemangku kepentingan, seperti Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, yang keras dan lebih berani. Maka isu pemimpin yang pro lingkungan menjadi salah satu starateginya tentunya. Dari ketiga strategi itu ada dua poin yang tidak saling berhubungan tetapi dapat menjadi strategi dalam menyampaikan informasi kemasyarakat. Pertama “histeria”, dan kedua adalah “harapan”, kedua cara ini bisa dipakai dalam mengolah komunikasi yang efektif ke masyarakat tentunya.

Itulah kurang lebih kesimpulan yang diambil oleh Prof Emil Salim dalam menyimpulkan tiga pembicara yaitu pertama, Ir. Freddy H. Tulung, Dirjen informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi,  berbicara tentang peran pemerintah yang telah menfasilitasi media komunikasi untuk dipergunakan sebesar-besarnya kepentingan rakyat, walaupun ada sedikit ketakutan sarana yang diberikan secara bebas tidak dapat dipergunakan dan dipertanggungjawabkan secara benar. Dalam sinerginya, juga mengeluhkan komunikasi sebagai ujung tombak informasi tidak dibarengi dengan riset dan data yang mewadahi, sehingga tidak pernah berhasil dikemas secara utuh. Maka peran komunikasi, riset data dan informasi sangat penting dalam mensosialisasikan informasi publik ke masyarakat.

Sedangkan pembicara dari  televisi Trans 7,  Titin Rosmawati, juga sedikit tersinggung terhadap istilah media bebas, media juga sering kali ditegur oleh lembaga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Media juga harus bergerak didua sisi antara idealisme dan mengejar rating yang mana dibutuhkan pihak sponsor dalam membiayai semua kegiatan pertelevisian. Oleh sebab itu pentingnya kreatifitas, data, riset juga dilakukan apalagi adanya data-data pendukung dari pemerintah. Banyak kegiatan positif (seperti berita pembalakan liar, perburuan hewan langka) juga ditampilkan dan dikemas sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yang masih berpola “sinetron”. Salah satu yang diambil Televisi Trans 7 harus mengikuti patron yang ada tanpa menggadaikan idealismennya.

Sedangkan Abetnego Tarigan Direktur Eksekutif WALHI menjelaskan peran Wahli dalam mengkritik kinerja pemerintah yang tidak lagi menjalankan amanatnya yang tercantum dalam UU PPLH. Selain itu komunikasi yang dilakukan ke masyarakat dilakukan dengan cara pembinaan dan juga pembuatan film dokumenter. Walhi sendiri menyambut baik usul Emil Salim tentang pemimpin Pro Lingkungan pada tahun politik 2014. Juga mengkritik peran komunikasi yang tidak berpihak pada rakyat tetapi malah berpihak kepada negara asing, atau pengusaha pada isu-isu lingkungan seperti kebakaran hutan.

Acara ini dimoderatori oleh  budayawan terkenal Butet Kartaredjasa yang dapat memainkan perannya sehingga kegiatan Forum Nasional Komunikasi Lingkungan 2013 menjadi utuh dan cair. Akhirnya kegiatan ini ditutup oleh Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup Ir. Hermien Roosita, M.M. yang menyambut baik masukan dan memohon dukungan dan harapan semua pihak agar pemerintah khususnya KLH dapat menyediakan fasilitas data dan informasi yang dibutuhkan masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi yang diamanahkan oleh rakyat kepada Kementerian Lingkungan Hidup.(ry/i)

Berita Terkait:

Buku Survei 2012 Perilaku Masyarakat Peduli Lingkungan

Informasi Lebih Lanjut:

Asdep Komunikasi Lingkungan
Kementerian Lingkungan Hidup