KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Lingkungan Hidup – Surabaya, 25/02/2014.  Hari ini dibuka forum Asia Pasifik ke 5 pengelolaan 3 R yang bertema “Fifth Regional 3R Forum in Asia and Pacific – Multilayer Partnership and Coalition as the Basis for 3Rs Promotion in Asia and the Pacific”, di buka oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA serta penyampaian Sambutan oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Ir. Imam S. Ernawi, MCM, M.Sc,  Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf, Parliamentary Senior Vice Miister of Environment Jepang, Shinji Inoue dan Direktur UNCRD, Ms. Chikako Takase. Hadir juga sebagai narasumber Walikota Surabaya, Tri Rismaharini serta Deputi bidang Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah KLH, Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com, MPM.

Fifth Regional 3R Forum in Asia and the Pacific diikuti sekitar 400 peserta: 100 peserta internasional yang terdiri dari perwakilan negara maupun ahli dalam bidang 3R/manajemen sampah dan perwakilan organisasi bilateral, multilateral, dan perwakilan PBB; 280 peserta undangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Lingkungan Hidup yang mencakup perwakilan pemerintah pusat dan daerah, perwakilan sektor swasta, lembaga penelitian dan akademisi, serta NGO/LSM; dan peserta lain yang diundang PBB maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA menyampaikan; “Masyarakat dunia saat ini, khususnya di kawasan Asia dan Pasifik memiliki kemajuan cepat dalam mewujudkan manfaat penerapan 3R (reduce, reuse, dan recycle) pengelolaan limbah dan sampah. Beberapa Negara di kawasan ini sudah mengadopsi penerapan prinsip-prinsip 3R dalam bentuk kebijakan, peraturan, strategi serta proyek percontohan skala nasional maupun daerah. Forum ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan sinergi kegiatan antar negara di Asia Pasifik”.

Sedangkan Menteri Pekerjaan Umum RI yang diwakili oleh Dirjen Cipta Karya menegaskan bahwa; “forum ini merupakan peluang yang baik bagi proses pertukaran pengalaman, best practices, dan gagasan-gagasan tentang pengembangan koalisi dan kemitraan 3R. Sebagai negera berkembang, Indonesia telah mengembangkan berbagai kebijakan terkait pengelolaan sampah dan 3R, namun untuk mencapai hasil yang diharapkan, dibutuhkan dukungan dan kemitraan dengan berbagai pihak”

Bersamaan dengan penyelenggaraan Forum Regional 3R se Asia Pasifik Kelima ini, diselenggarakan pula Pameran 3R yang diikuti oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian PU, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, para praktisi 3R, dunia usaha dan LSM. yang disponsori oleh Pemerintah Jepang. Pameran ini menampilkan berbagai hasil upaya untuk mengelola sampah menjadi barang yang berguna dan sekaligus mengurangi jumlah timbulan sampah. Di samping itu, diselenggarakan pula pameran tentang Green Technology yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Goverment. Setelah makan siang Menteri KLH melakukan wawancara khusus besama pengelola Bank Sampah Malang di Stasiun Televisi Surabaya.

Dalam wawancaranya sama seperti sambutan Menteri saat deklarasi Indonesia Bersih Sampah 2020 di Kantor Walikota Surabaya, sehari sebelumnya. Menteri menekankan bahwa untuk meningkatkan sumber daya manusia yang handal  dalam menghadapi persaingan dunia maka harus mulai diterapkan pengelolaan lingkungan yang baik. Dengan pengelolaan lingkungan yang baik otomatis akan meningkatkan tarap hidup rakyat di kota tersebut. Dengan lingkungan yang bersih, sumber daya manusianyapun akan semakin meningkat. Hal ini terlihat pada kota-kota yang pengelolaan lingkungan baik.

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, dengan total penduduk sebanyak 237 juta jiwa. Diperkirakan jumlah penduduk ini akan bertambah menjadi 270 juta pada tahun 2025. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, diperkirakan akan dihasilkan sampah sebanyak 130.000 ton/hari. Ini merupakan potensi yang besar sebagai sumberdaya (bahan yang dapat di daur ulang, sumber energi, dll), tetapi saat ini sebagian besar masih menjadi sumber penyebab polusi. Pengurangan sampah untuk membatasi volume sampah yang dihasilkan harus segera dilakukan.

Sejalan dengan itu, Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan konsep Bank Sampah di berbagai provinsi. Sampai dengan tahun 2013 telah berdiri 1.443 Bank Sampah di 56 Kota yang tersebar di 19 Provinsi. Lebih dari dua juta kilogram sampah per bulan yang berhasil diolah dengan adanya bank sampah tersebut disamping keuntungan ekonomi yang diperoleh langsung oleh masyarakat sebagai penabung. Ada beberapa aktivitas pengurangan sampah yang telah dikembangkan di Indonesia sebagai proyek percontohan 3R di beberapa provinsi. Kementerian Pekerjaan Umum telah membangun kurang lebih 525 fasilitas pengolahan sampah 3R pada periode 2010-2014.

Berkaitan dengan perubahan iklim, Kementerian Pekerjaan Umum juga telah membuat desain engineering untuk prototype alat pengumpulan dan pengolahan gas yang dihasilkan dari tempat pembuangan sampah. Beberapa kota juga telah membuat inovasi dalam pengelolaan gas dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) seperti Kendari, Bitung, Probolinggo, Banjar, Malang dan lain-lain serta pengelolaan gas pada fasilitas pengolahan 3R di Malang. Sementara itu Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan Program Kampung Iklim yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pelibatan masyarakat secara langsung dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Salah satu kegiatan mitigasinya adalah Pengelolaan Sampah dan Limbah Padat terkait dengan Pewadahan dan pengumpulan, Instalasi Pengolahan, Pemanfaatan limbah padat serta Penerapan konsep zero-waste.

Setelah disetujuinya Ha Noi 3R Declaration Sustainable 3R Goals for Asia and The Pacific (2013-2023) pada Fourth Regional 3R Forum in Asia pada bulan Maret 2013, kini terdapat landasan dalam mengembangkan, mengimplementasikan dan memonitor kebijakan dan program 3R bagi Negara Asia Pasifik. Dalam implementasi Hanoi 3R Declaration (2013-2023) tersebut, diperlukan kerjasama dan koalisi multi pihak yang bersifat berlapis (Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Kerjasama yang berlapis ini didasarkan pada pengertian dasar bahwa lingkup konsep 3R lebih luas dari manajemen sampah perkotaan, dan berhubungan erat dengan efisiensi sumber daya dalam sektor pembangunan yang sangat luas seperti pertanian, industri, dan energi, serta mengacu pada transisi menjadi ekonomi dan masyarakat yang efisien dalam penggunaan sumberdaya.

Tujuan forum ini adalah; (1) Mendiskusikan dan membahas berbagai bentuk kemitraan dan koalisi dalam implementasi kebijakan dan program 3R, termasuk implementasi Deklarasi 3R Ha noi (2013-2023); (2) Mendiskusikan potensi kerjasama regional di antara Small Islands Developing States (SIDS) dalam penanganan isu-isu dan tantangan dalam pengelolaan sampah termasuk plastik di lingkungan pesisir dan laut; (3) Mendiskusikan dan mengeksplorasi model bisnis yang layak diterapkan dengan kerjasama aktif antara sektor publik, swasta/dunia usaha, serta lembaga penelitian dan pengembangan; (4) Mengidentifikasi peluang untuk tindakan kolaboratif dan kemitraan termasuk mekanisme pendukung bilateral, multilateral, dan regional dalam pengembangan infrastruktur dan skema proyek percontohan 3R (eco-industri zona, taman ilmu pengetahuan, fasilitas pemulihan sumberdaya, industri daur ulang, proyek waste-to-energy, Extended Producer Responsibility/EPR, produk hijau/eco-labeling); (5) Mengidentifikasi kemungkinan kerjasama antara Forum Regional 3R se Asia dan Pasifik dengan Climate and Clean Air Coalition(CCAC) dalam mitigasi Short- Lived Climate Pollutants (SLCP).

Adapun hasil yang diharapkan dari forum tersebut adalah: (i) Meningkatnya kesadaran dan wawasan akan pentingnya kemitraan yang berlapis dan  koalisi  dalam  implementasi  kebijakan dan program 3R serta implementasi Ha Noi 3R Declaration (2013-2023); (ii) Meningkatnya pengertian mengenai hambatan berbagai kondisi yang memungkinkan kemitraan yang berlapis dalam implementasi  3R;  (iii) Teridentifikasinya  peluang kemitraan  dalam  mengembangkan  model  bisnis  yang layak untuk meningkatkan skala aplikasi  3R  dan  penggunaan  teknologi  yang  relevan;  (iv) Rekomendasi   kerangka   kerjasama   regional   antara   SIDS   mengenai   3R   untuk mengatasi masalah umum yang menjadi perhatian; dan (v) Mengingkatnya wawasan mengenai potensi sinergi antara Forum Regional 3R di Asia dan Pasifik dan Climate and Clean Air Coalition (CCAC). (Asdep Komunikasi, Sumber siaran Pers Humas panitia)

Informasi lebih lanjut :

Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com, MPM,
Deputi IV MenLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun,
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah,
Telp/Fax : (021) 85905637,
www.menlh.go.id

Ir. Djoko Mursito, M.Eng, MM.
Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman,
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum,
Telp. (021) 72797176, Fax. (021) 7261939,
www.pu.go.id