KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 20 Desember 2010. Dalam satu dasawarsa terakhir, di Indonesia telah terjadi pergeseran paradigma pembangunan dari yang sebelumnya berorientasi hanya daratan menjadi sinergitas antara daratan dan lautan. Kebijakan nasional ini sangat tepat mengingat besarnya potensi sumberdaya kelautan Indonesia yang dapat menjadi salah satu tulang punggung pembangunan ekonomi nasional.

Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan dan Pembangunan 1992 di Rio de Janeiro, Brazil telah menyepakati konsepsi Pengelolaan Pesisir dan Laut Terpadu (Integrated Coastal and Ocean Management). Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI (KLH) selaku national focal point bersama sebelas negara yang ada di kawasan Laut Asia Timur, seperti Jepang, China, Korea Utara, Korea Selatan, Kamboja, Brunei Darussalam, Malaysia, Philipina, Singapura, Thailand dan Vietnam telah menandatangani “Putrajaya Declaration of Regional Cooperation for the Sustainable Development of the Seas of East Asia