KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

foto.jpgGEF Focal Points Meeting for the Constituency: Cook Island, Fiji, Indonesia, Kiribati, Marshall Islands, Micronesia, Nauru, Niue, Palau, Papua New Guinea, Philippines, Samoa, Solomon Islands, Tonga, Tuvalu and Vanuatu, diselenggarakan pada tanggal 14-15 April 2009 di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh GEF Political Focal Point dan GEF Operational Focal Point dan perwakilan dari masing-masing Negara, Sekretariat  GEF dan GEF Agencies: UNDP, UNEP, WB, dan ADB.

Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup menyampaikan kekhawatirannya terhadap kelangsungan keberadaan beberapa pulau di Negara anggota Constituency yang terancam hilang dan tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut. Penanganan permasalahan lingkungan hidup tersebut, tidak dapat ditangani hanya oleh Negara yang bersangkutan, tetapi harus dilakukan secara bersama seluruh negara di dunia. Global Environment Facility (GEF) sebagai suatu mekanisme penyaluran dana untuk lingkungan hidup global, menjadi salah satu harapan bagi Negara anggota Constituency untuk memenuhi komitmennya dalam melindungi dan mengelola lingkungan global.

Mr. Rowleston Moore mewakili Sekretariat GEF–Washington menyampaikan beberapa pesan dari GEF CEO. Dikatakan bahwa 2009 merupakan tahun kritis untuk isu lingkungan, dimana sebuah rejim baru tentang Perubahan Iklim akan dibentuk setelah pertemuan COP 15 di Copenhagen .  Perubahan iklim menjadi perhatian utama berkaitan dengan dampak yang dapat dialami negara-negara Constituency.

Negosiasi replenishment  GEF-5 saat ini telah dan sedang berlangsung. Proses replenishment akan berlanjut pada GEF Council Meeting bulan Juni 2009 setelah pertemuan replenishment pertama di Paris akhir Maret 2009. The System for Transparent Allocation of Resources (‘STAR’) yang diusulkan sebagai mekanisme GEF-5, dimaksudkan agar GEF akan lebih transparan dan akuntabel.

GEF Constituency Meeting dipimpin secara bersama (Co-chair) oleh GEF Council Member for the Constituency (Agus Purnomo/GEF Operational Focal Point for Indonesia) dan alternate GEF Council Member for the Constituency (Ambassador Robert G. Aisi/GEF Political Focal Point for Papua New Guinea). 

Presentasi dan pembahasan GEF Constituency Meeting meliputi: Report of the GEF Council on November 2008; Fourth Overall Performance Study; Fifth GEF Replenishment Process and Possibility of RAF expansion; Issues for Upcoming GEF Council Meeting; Update on Adaptation Fund; Update-Pacific Alliance for Sustainability; serta presentasi dari masing-masing negara dan GEF Agencies mengenai pelaksanaan proyek GEF.  Pertemuan GEF Constituency Meeting ini juga membahas isu-isu yang akan disampaikan oleh GEF Council Members pada GEF Council Meeting mendatang.

Salah satu hasil GEF Constituency Meeting adalah bahwa Negara anggota Constituency (13 Negara Pasifik, Indonesia, Philippines dan Papua New Guinea) sebagai negara kepulauan yang terancam dampak perubahan iklim akan melakukan pendekatan baik dengan Sekretariat GEF maupun GEF Agencies untuk memperoleh perhatian lebih pada GEF-5.****

Sumber:
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
Sekretariat GEF Indonesia
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Tel/Fax. (62-21) 8580110
Email: gefsecindonesia@menlh.go.id