KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Masyarakat yang hidup di sekitar DAS Brantas melakukan gerakan aksi pemulihan DAS dan pemantauan sungai secara massal melalui teknik biotilik, pada tanggal 18 Juni 2013. Kegiatan ini dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan LSM ECOTON, yang bekerjasama dengan BLH Provinsi Jawa Timur, kelompok masyarakat, dan dunia usaha yang berada di sepanjang DAS Brantas. Tujuan pelaksanaan gerakan tersebut untuk mendorong kepedulian dan partisipasi masyarakat agar melakukan upaya kemandirian dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) berbasis komunitas, memberikan edukasi mengenai pemantauan sungai melalui teknik biotilik kepada para pelajar, serta terjadi peningkatan kebersihan sungai dan penghijauan bantaran sungai.

Acara dihadiri oleh 1.000 orang peserta dari KLH, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, BLH Kabupaten Gresik,  kelompok masyarakat, pelajar dan siswa, perguruan tinggi, dunia usaha, dan jurnalis. Kelompok masyarakat yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah, Padepokan Wonosalam Lestari, Green Harmony Institute, Komunitas Nol Sampah, Inspirasi Brantas Wringinanom, Lingkar Hijau Nganjuk, Pemerintah Desa Bendosari Pujon Kabupaten Malang, dan Pemerintah Desa Kemaduh Kecamatan Baron Nganjuk.

Adapun perguruan tinggi dan sekolah yang mengikuti kegiatan ini adalah MAPALA STIKIP PGRI Nganjuk, Universitas Airlangga, SMAN 1 Driyorejo, MA Faser Panglungan Wonosalam, MtsN 1 Wonosalam, SMPN 1 Wonosalam, SMPN 2 Wonosalam, SMKN  1 Wonosalam, SMPN 1 Gedeg Mojokerto, SMAN 1 Mantub Lamongan, SMPN 2 Brebek Nganjuk, SMAN 1 Brebek Nganjuk, SMAN 1 Tanjunganom Nganjuk, SMKN 1 Nganjuk, SMAN 2 Nganjuk, SMK Baitul Atieq Nganjuk, SMAN 1 Wringinanom, SMPN 1 Wringinanom, SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, SD Alami Kesamben Wetan, SMP Sawunggaling Waru Gunung, SMP Muhammadiyah 2 Sidoarjo, SMA Wachid Hasyim Sidoarjo, SMA Raden Paku Wringinanom, SMKN 1 Driyorejo, SMPN 24 Surabaya, SMPN 16 Surabaya, SMP Santo Stanislaus Surabaya,

Pemantauan DAS Brantas dilakukan pada 10 Pos Pantau yaitu 1.Tulungagung; 2.Blitar; 3.Pujon, Malang; 4.Kertosono, Nganjuk; 5.Wonosalam,Jombang; 6.Mlirip,Mojokerto; 7.Wringinanom,Gresik; 8.Driyorejo,Gresik; 9.Ngambar,Gresik; dan 10.Bambe,Gresik. Semua lokasi ini akan menjadi Pos Pantau yang nantinya akan melakukan pemantauan kualitas air sungai secara berkala. Dari hasil pemantauan kualitas sungai dengan teknik biotilik ini menunjukkan bahwa pada segmen hulu menunjukkan kondisi air yang tidak tercemar dan sehat, tetapi mulai segmen tengah di Sungai Klinter, Kertosono hingga Kali Surabaya di Wringinanom menunjukkan kondisi air yang tercemar sedang, sedangkan kawasan hilir mengindikasikan kondisi air yang tercemar sedang hingga berat.

Selain melakukan pemantauan kualitas sungai, juga dilakukan penebaran bibit ikan, penandatanganan MoU antara ECOTON dengan SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, SMPN 1 Wringinanom dan SMAN 1 Driyorejo, mengenai Kawasan Wisata Edukasi Ekosistem Sungai pada lokasi Kawasan Suaka Perikanan Wringinanom di Kali Surabaya. Pada kegiatan ini peserta Kongres Remaja Brantas 2013, juga membacakan Petisi Kali Brantas 2013. Petisi tersebut berisikan Mimpi Para Remaja terhadap Kali Brantas tahun 2045, yang mengharapkan agar DAS Brantas dari hulu hingga hilir dallam kondisi jernih, tanpa kotoran, tanpa limbah industri, hutan kawasan hulu terlindungi, dan Sungai Brantas memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan hidup.

Untuk informasi lebih lanjut hubung
Asdep Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan
Telp. 21 – 85904919