KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

gunung_ceremai.jpgGunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di wilayah Jawa Barat, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut dengan luas 15.518,23 ha terletak di antara dua kabupaten, yakni Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.

Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor : 424/Menhut-II/2004 tanggal 19 Oktober 2004 Kawasan Hutan Lindung Gunung Ciremai berubah fungsi menjadi Taman Nasional. Ada tiga nilai penting yang terdapat dalam Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), pertama, sebagai kawasan perlindungan sistem penyangga kehidupan, kedua, sebagai kawasan pengawetan  keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. Ketiga, sebagai kawasan pemanfaat secara lestari berbagai kenaekaragaman sumberdaya  alam hayati beserta ekosistemnya.

Kondisi alam TNGC yang banyak diminati oleh masyarakat, baik sebagai wahana wisata alam, pendidikan dan cagar budaya, dan jasa lingkungan terutama pengadaan/sumber air bersih air bersih, di mana terdapat lebih dari 600 sumber mata air. Namun pada saat ini kondisinya sangat membutuhkan perhatian ekstra, dikarenakan telah terjadi penurunan kualitas lingkungan sebagai dampak yang disebabkan karena aktivitas kegiatan-kegiatan tersebut. Banyaknya sampah sintesis yang sulit diuraikan secara alami, terutama pada jalur-jalur pendakian para pencinta alam, terjadinya kerusakan lingkungan  yang disebabkan karena erosi, longsor, dan pembuatan jalan melalui jalur yang melintasi hutan alam, menyebabkan TNGC. Di samping itu terjadi pula pencemaran di daerah Cigowong pada ketinggian 1.500 mdpl. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus, tidak menutup kemungkinan  akan terjadi semakin banyaknya kerusakan alam dan keanekaragaman hayati yang ada, dan tentunya akan menggangu keseimbangan ekosistem. Sehingga perlu dilakukan upaya “Gerakan Masyarakat Sadar Lingkungan".

Sebagai upaya gerakan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan kawasan TNGC, sekaligus menyambut peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia, bersama LSM, siswa/i sekolah menengah, masyarakat, organisasi pemuda/pencinta alam, kader konservasi se-Jawa dan Bali, di selenggarakan kegiatan “GERAKAN SAPU GUNUNG (GSG) CIREMAI