KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Upaya Penyelamatan Sungai Ciliwung yang dimulai dari Masjid Istiqlal.
Jakarta, 27 Desember 2013. Peletakan Batu Pertama Proyek Restorasi Sungai Ciliwung hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Korea Selatan, resmi dilakukan hari ini, Jumat tanggal 27 Desember 2013. Kerjasama ke dua negara ini bertujuan untuk memulihkan kualitas sungai Ciliwung agar lebih bersih dalam waktu yang lebih cepat. Pengalaman Korea selama 20 tahun menangani pemulihan kualitas Sungai Han menjadi pembelajaran bagi Indonesia dalam merubah sungai yang kotor dan penyebab banjir menjadi sungai yang bersih yang menjadi ruang publik.

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dalam Sambutannya menyampaikan “Sungai yang bersih merupakan asset bagi kita untuk dapat menjamin kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Hanya dengan kerja keras, komitmen dan kerjasama dengan seluruh pihak, sungai akan menjadi lebih baik. Pada hari ini, kita saksikan langkah awal pemulihan sungai Ciliwung di masjid istiqlal, dimana kegiatan besar ini meliputi upaya Restorasi Sungai, pembuatan Instalasi Pengolah Limbah dan Pembangunan Eco Education Center”.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, Restorasi Sungai Ciliwung ini akan meliputi perbaikan sungai sepanjang 470 m secara ekologis seperti pengerukan Lumpur sebanyak 20.000 ton, pemasangan pintu air serta perbaikan bantaran sungai dengan menggunakan tanaman (wetland). Pembuatan Instalasi Pengolahan Limbah dengan kapasitas IPAL 500m3/hari dilakukan untuk memastikan limbah yang dibuang ke sungai seluruhnya diolah terlebih dahulu. Selaini tu, Demonstrasi Proyek ini juga akan menjadi Eco Education Center yang menjadi pusat edukasi masyarakat untuk mempelajari restorasi sungai.

Pemilihan Lokasi restorasi sungai Ciliwung di masjid Istiqlal yang dekat dengan Gereja Katederal maupun Istana Presiden, menjadi sangat strategis dimana lokasi tersebut mendapat kunjungan lebih dari 12 juta pengunjung setiap tahunnya termasuk tamu-tamu negara. Hal ini akan memberikan kesan baik bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat Dunia.

Apresiasi ditujukan kepada pemerintah Korea Selatan yang menunjukkan kerjasamanya yang baik dalam mewujudkan Demontrasi Proyek Restorasi Sungai Ciliwung ini. Kegiatan ini adalah tindaklanjut penandatangan MoU antara Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia dengan Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan, bersama  Korea Environmental Industry and Technology Institute (KEITI) dan The Korea International Cooperation Agency (KOICA) yang dimulai tahun 2012. Besar investasi  dalam proyek restorasi ini terdiri dari: (i) bantuan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Korea Selatan untuk desain dan bantuan teknis sebesar USD 2 juta, (ii) bantuan KOICA untuk konstruksi sebesar USD 5 juta, dan  (iii) Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sebesar Rp. 10 Milyar sebagai pendamping yang untuk memastikan program ini sesuai keinginan pihak Indonesia.

Upaya pemulihan Kualitas Sungai Ciliwung yang termasuk kategori tercemar berat mulai dari hulu sampai dengan hilir perlu melibatkan berbagai pihak. Untuk itu Pemerintah Indonesia yang meliputi KLH, Kementerian Pekerjaan Umum, BAPPENAS, Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi DKI  akan terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti masyarakat, para pakar sungai, pelaku usaha termasuk dengan negara-negara sahabat untuk mengelola sungai di Indonesia dengan baik.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
MR. Karliansyah,
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Tlp/Fax: 021-85904933,
Email: humaslh@gmail.com