KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 14 Agustus 2013 – Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup mengadakan Silahturahmi Halal Bihalal Idul Fitri 1434 H. Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H dan minal aidzin wal fa idzin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan para undangan yang merayakan Hari Raya ini”. Hari Raya Idul Fitri yang disebut sebagai “Hari Kemenangan” memiliki arti “kembali ke fitrah” atau “kembali suci” merupakan suatu perayaan tuntasnya kewajiban menahan hawa nafsu pada saat ibadah Ramadhan.

Dalam konteks lingkungan kerja pada Kementerian Lingkungan Hidup, MenLH mengingatkan para pegawai untuk melatih kesabaran dengan terus meningkatkan kinerja dengan kerja keras. Upaya untuk menjalankan program-program perlu terus ditingkatkan agar tercipta Pola Good Governance yang diharapkan bersama dengan terus bebenah diri menjadi lebih “bersih” melalui penguatan akuntabilitas kinerja dan pengawasan internal.

Peningkatan kinerja perlu diiringi langkah nyata seperti peningkatan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, efisien transparan dan non diskriminatif. Keseluruhan elemen kinerja Reformasi Birokrasi akan mempercepat tercapainya tiga tugas utama Kementerian Lingkungan Hidup yang telah digariskan pemerintah yaitu penurunan beban pencemaran, pengendalian tingkat kerusakan lingkungan serta peningkatan kapasitas pengelolaan dan perlindungan lingkungan.

Momen silahturahmi ini diharapkan dapat menjadi transformasi ke depan untuk berbuat ke arah yang lebih baik lagi. Keberhasilan spiritual menahan godaan di bulan puasa harus terus menjadi semangat di bulan-bulan berikutnya karena kegiatan pengelolaan dan perlindungan lingkungan memerlukan aparatur yang handal dan berempati terhadap kekerasan dan ketidakadilan lingkungan.

Lebih lanjut, MenLH menyampaikan 3 dimensi makna perayaan Idul Fitri yakni lebih bersyukur kepada Tuhan bahwa kita telah berhasil menjalankan ibadah sebulan penuh. Dari sisi religius, selama ibadah puasa manusia melalui masa perbaikan, peningkatan kualitas iman, dan meningkatkan kepercayaan kepada Tuhan. Terakhir, makna perayaan Idul Fitri adalah peningkatan kualitas iman kepada Tuhan, serta hubungan pribadi kepada Tuhan, pikiran, perasaan, keinginan, hati pikiran. “Kualitas keimanan kepada Tuhan menentukan kualitas kerja di kantor. Salah satu implementasinya adalah meningkatkan produktifitas bekerja. Ibadah puasa telah diakhiri dengan baik, jadi hubungan kepada Tuhan baik dan ke sesama manusia juga baik”, jelas MenLH.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Hermien Roosita,
Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup,
telp/fax: (021)8580104
email: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id