KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kegiatan peduli udara bersih dan langit biru ini menjadi salah satu prioritas utama Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Oleh sebab itu MenLH sangat mendukung kegiatan semacam ini. Setelah menyelengarakan kegiatan “Free Car Day” beberapa hari yang lalu, kali ini MEB menyelengarakan kegiatan “Workshop”, dan pameran yang merupakan bagian dari kegiatan Envirotech 2003 kali ini. MEB adalah forum multi stakeholder yang terbentuk sebagai hasil lokakarya “Integrated Vehicles Reductions Strategy (IVERS)” yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2001. MEB resmi dinyatakan sebagai forum baru pada tanggal 15 Oktober 2001.

Dalam pesan singkatnya Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim menginformasikan “Pemerintah terus berupaya keras untuk meningkatkan kualitas udara kota, dimulai dari pengadaan bensin tanpa timbal di beberapa wilayah dengan tingkat polusi tinggi seperti Jakarta, Bali, dan Batam. Kemudian pada 2005 Indonesia akan mengadopsi standar EURO II untuk uji tipe, dan akan memperketat baku mutu emisi untuk kendaraan yang beroperasi. Selain itu sebagai BBG dan bahan bakar alternatif lainnya yang lebih ramah lingkungan sedang dikaji”. Sementara itu Gubernur Sutioso mengakui bahwa masalah transportasi di DKI Jakarta dan pencemaran yang ditimbulkan bukanlah masalah yang mudah untuk di pecahkan, perlu kesabaran dan partisipasi semua pihak mengatasinya, seperti isi dari “Press Realease” yang dikeluarkan oleh panitia penyelengara kegiatan ENVIROTECH 2003, di Jakarta Convention Center yang berlangsung pada tanggal 7 – 9 Oktober 2003.

Kegiatan regional Workshop, menurut Ketua Umum EnviroTech 2003 Paul Butarbutar dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai instansi pemerintah yang berhubungan dengan transportasi, lingkungan , energi dan sumber daya mineral serta wakil dari beberapa daerah, organisasi non pemerintah, dan dunia usaha.

“Regional Workshop akan menyorot beberapa isu penting yang akan dibahas dalam diskusi panel di setiap kelompok kerja, sehingga akan didapat solusi yang inovatif dan konstruktif” demikian diungkapkan oleh Paul Butar-butar.

Kegiatan Envirotech 20003 pada Hari Kedua

Pada hari kedua kegiatan Envirotech 2003, Lokakarya memasuki sesi diskusi kelompok antara lain tema diskusi kelompok tersebut adalah mengenai Managemen Transportasi pembicara antara lain Ir. Iskandar Abubakar, Wachi Takamura (JICA), Dr. Ing. Fauzi Bowo, Wakil gebernur DKI, Togar silaban, Surabaya berikutnya tentang Teknologi dan standard emisi pembicara antara lain Ridwan Tamin dari Kementerian Lingkungan Hidup, Prof. Yosihara Ritsumeikan University, Japan, Dr. Ir. Wuryaningsih S.R. LIPI dan martin Hansen, GTZ, dan mengenai terakhir sesi “Inspection dan maintenance” pembicara antara lain, Ir. Kosasih Wirahadikusuma MSc.

Sedangkan diluar ruang rapat simposium, diadakan kegiatan “Side Event Envirotech 2003, dengan tema Mengambar dan Menulis Puisi Langit Biru terpanjang oleh 1000 anak” yang akan diliput oleh Musium Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan tersebut didukung oleh Swisscontact, Yayasan Garda Budaya Indonesia dan didukung oleh salah satu produk alat tulis. Dalam Press Realesa yang dikeluarkan pada tanggal 8 Oktober 2003 oleh Panitia dan pihak swisscontact menyatakan kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan kepedulian anak-anak mengenai masalah pencemaran udara”. Begitu pula menurut Fransisca Supandi Marketing Manager Stabilo yang menjadi menyediakan fasilitas untuk kegiatan tersebut menyatakan bahwa pihak swasta bisa aktif dalam kampanye peningkatan kesadaran masyarakat. Kegiatan ini merupakan penunjang acara EnviroTech 2003 yang terdiri dari Regional Workshop dan Clean Air Exhibition yang diselengarakan oleh MEB 7 – 9 Oktober 2003.

Acara penulisan puisi dan mengambar terpanjang ini akhirnya tercatat dalam Musium rekor MURI dengan kriteria “TER” atau penulisan karya seni puisi dan lukis terpanjang yang pernah ada. Setelah ditanya langsung mengapa MURI dapat mencatat kegiatan tersebut, alasannya adalah karena MURI melihat kegiatan tersebut positif dan dapat membangun jiwa seni anak-anak dan kepedulian terhadap lingkungan hidup yang merupakan salah satu visi dari musium Rekor MURI. Panjang karya seni puisi dan gambar yang dilakukan oleh siswa SD hingga SMU ini berjumlah lebih kurang 70 sekolah dan 1000 siswa. Dengan panjang spanduk 530 meter persegi.

Kegiatan Pada hari Ketiga (Penutupan)

Seperti biasanya kegiatan exhibition pada hari ketiga ini masih diisi dengan berdirinya stan pameran yang bertemakan ramah lingkungan terutama para peserta stan adalah pihak NGO, dan swasta yang memamerkan produk-produk yang mendukung penurunan polusi udara terutama produk-produk otomotif dan minyak pelumas.

Sedangkan pada kegiatan workshop merupakan hari terakhir mereka untuk mengambil kesimpulan dari disksusi & presentasi mereka sebelumnya pada hari pertama dan kedua. Kesimpulan dari workshop yang diadakan oleh MEB bekerjasama dengan Swisscontact, Menteri perhubungan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, US AEP, USAID, GAIKINDO dan Clean Air Initiative antara lain; merekomendasikan penggunaan sepeda motor jarak tempuhnya tidak lebih dari 10 Km, pemasaran produk otomotif yang ramah lingkungan bagi pelaku bisnis dan tidak lagi menggunakan produk yang tidak ramah lingkungan, Membanggun prasarana publik seperti transportasi seperti bis dan kereta api, Penggunaan Bahan bakar CNG (GAS) dan masih banyak lainnya. Melakukan kampanye mengunakan media masa, dan memberikan peringkat pada masyarakat yang telah dapat menurunkan kadar polusi diudara, dll.

Penutupan pada hari ini rencananya akan dilakukan oleh gubernur Sutioso, tetapi karena beliau berhalangan hadir maka acara tersebut ditutup oleh F. Soeseno “Chairman Of Partnership for Clean Emission, serta Paul Butar-butar “Head of Organizing Commitee”. Sambil memberikan cindera mata kepada para perwakilan peserta workshop berupa realief Beca.

Untuk informasi Lebih lanjut:

Asdep Urusan Emisi Kendaraan,

Telp/Fax : (021) 859-11207