KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Lingkungan Hidup melalui Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan mengeluarkan Hasil Pemantauan Kualitas Air Laut di Beberapa Kolam Pelabuhan di Indonesia Tahun 2002.

Tujuan pemantauan ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran air laut, khususnya pada kolam pelabuhan, sehubungan dengan adanya berbagai kegiatan bongkar-muat barang, penumpang, pelelangan ikan/kapal nelayan dan lain-lainnya. Hasil pemantauan ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan pembuatan baku mutu air laut untuk kolam pelabuhan.

Lokasi yang dipilih dalam pemantauan ini adalah pelabuhan Bengkulu, Lampung, Jakarta, Banten, Semarang, dan Surabaya. Pemilihan didasarkan pada volume kegiatan, dimana pelabuhan-pelabuhan ini memiliki rentang antara tidak sibuk sampai sangat sibuk.

Parameter yang dipantau meliputi: Tembaga (Cu), Kadmium (Cd), Seng (Zn), Timbal (Pb), Merkuri (Hg), Total padatan (TSS), Sianida (CN), Sulfida (S-2), Nitrat (NO3), Nitrit (NO2), dan Amoniak (NH3-N), dengan hasil sebagai berikut:

Parameter CN, Cu, Cd, Zn dan Pb pada pelabuhan P. Baai-Bengkulu, Panjang-Lampung, Tanjung Priuk-Jakarta, Merak-Banten, Tanjung Emas-Semarang dan Tanjung Perak-Surabaya konsentrasinya masih dibawah angka Baku Mutu (draft Kepmen LH tentang Baku Mutu Air Laut untuk Kolam Pelabuhan); namun ditemui parameter Hg yang melampaui baku mutu di pelabuhan P. Baai-Bengkulu.

Untuk informasi lebih lanjut:

Asdep Urusan Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan
Pusarpedal – Kawasan Puspiptek
Serpong
No. Telpon/Fax: (021) 758-72028