KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Proper2009.JPGJakarta, 15 Oktober 2009. Kementerian Negara Lingkungan Hidup mengumumkan hasil penilaian peringkat kinerja penaatan 627 perusahaan yang dilakukan tahun 2008-2009.  Jumlah perusahaan PROPER tahun ini meningkat 22 % dibandingkan PROPER tahun sebelumnya (516 perusahaan).  Tahun ini tingkat penaatan perusahaan mencapai 70%, tingkat penaatan perusahaan PROPER tahun 2008-2009 sedikit lebih rendah dibandingkan PROPER tahun sebelumnya yang mencapai 76%.  Penurunan kinerja penaatan ini terutama disebabkan rendahnya tingkat penaatan perusahaan baru PROPER. Tingkat penaatan perusahaan yang baru dinilai peringkatnya pada tahun ini hanya mencapai 42 %.   

Secara keseluruhan peringkat kinerja 627 perusahaan PROPER 2008-2009 adalah 1 perusahaan mendapatkan peringkat emas, 41 perusahaan peringkat Hijau, 170 perusahaan peringkat Biru, 229 perusahaan peringkat Biru minus, 82 perusahaan peringkat Merah, 48 perusahaan Merah minus, dan 56 perusahaan berperingkat Hitam.   Pada tahun ini peringkat Emas diberikan kepada PT. Indocement Tunggal Perkasa (Tbk) – Pabrik Citeurep Kabupaten Bogor.

Pada kesempatan ini, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. (Hon) Ir. Rachmat Witoelar  memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah berkinerja dengan baik. Mereka dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya. Rachmat Witoelar pada kesempatan yang sama meminta kepada perusahaan yang berperingkat buruk untuk sungguh-sungguh dan segera memperbaiki kinerja pengelolaan lingkungan.  Rachmat Witoelar menegaskan Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup akan memberikan sanksi yang keras bagi perusahaan yang tidak taat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Menurut Rachmat Witoelar, tindakan tegas bagi pelanggar dan pencemar lingkungan merupakan bentuk penerapan prinsip berkeadilan dalam pengelolaan lingkungan, terutama dalam melindungi masyarakat dan lingkungan hidup.

Sementara itu, Prof.  Dr. Surna Tjahja Djadjadiningrat, selaku Ketua Dewan Pertimbangan PROPER mengatakan bahwa lingkungan hidup merupakan milik dan modal bagi kita semua, sehingga sudah selayaknyalah seluruh komponen masyarakat harus menjaganya.  Secara khusus, Guru Besar ITB ini meminta kepada perusahaan untuk secara konsisten mengelola dampak lingkungan.  Serta meminta kepada stakeholder pengelolaan lingkungan untuk mensikapi dengan kritis hasil penilaian peringkat kinerja PROPER.  Menurut Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Prof. Surna, pelaksanaan PROPER bukanlah untuk menghambat dunia usaha, akan tetapi justru PROPER mendorong sustainibilitas dunia usaha.  Surna menambahkan bahwa para pengambil keputusan dilingkungan perusahaan dan pemerintah daerah perlu menggunakan PROPER sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan termasuk keputusan dalam berinvestasi.  Surna juga menambahkan untuk lebih meningkatkan efektifitas pelaksanaan PROPER, maka pada tahun mendatang jumlah perusahaan PROPER perlu untuk lebih ditingkatkan.

Selanjutnya Imam Hendargo A. Ismoyo, Deputi IV MENLH selaku Ketua Tim Teknis PROPER mengatakan bagi perusahaan yang berperingkat baik akan diberikan penghargaan PROPER dari Menteri Negara Lingkungan Hidup pada acara Malam Anugerah Lingkungan (MAL) 2009. Acara ini akan dihadiri Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla pada tanggal 15 Oktober 2009.

Untuk informasi lebih lanjut :
Vinda Damayanti
Sekretariat Tim Teknis PROPER
Telp. 021- 8590 5639 / HP. 08176500922
E-mail : vinda@menlh.go.id / vinda@live.com
http://www.menlh.go.id/proper/