Hasil Penilaian PROPER Periode 2010-2011

Pada periode penilaian tahun 2010 – 2011 ini, terdapat 5 (lima) perusahaan mendapat peringkat Emas yaitu; PT Holcim Indonesia, Tbk – Cilacap Plant, PT Pertamina Geothermal Area Kamojang, Chevron Geothermal Salak Ltd, PT. Medco E&P Indonesia – Rimau Asset, PT. Badak NGL.

1 Dec 2011 02:58 WIB

HASIL PENILAIAN PROGRAM PERINGKAT KINERJA PERUSAHAAN (PROPER) DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERIODE 2010 – 2011
Jakarta, 30 November 2011 . Pengawasan terhadap 1002 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi dan migas, agroindustri serta sektor kawasan dan jasa,  oleh Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan 8 instansi lingkungan hidup provinsi, periode 2010 – 2011, menghasilkan pemeringkatan PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk 995 perusahaan.

PROPER merupakan program unggulan Kementerian Lingkungan Hidup yang berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan/atau disinsentif kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan. Pemberian penghargaan PROPER bertujuan mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellence) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, penerapan system manajemen lingkungan, 3R, efisiensi energi, konservasi sumberdaya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

Kriteria Penilaian PROPER tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 5 tahun 2011 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan. Secara umum peringkat kinerja PROPER dibedakan menjadi 5 warna Emas, Hijau, Biru, Merah dan Hitam, dimana kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkatan biru, merah dan hitam, sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) adalah hijau dan emas. Adapun penilaian kinerjanya adalah pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dan pemulihan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

PROPER berhasil mendorong perusahaan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan. Perusahaan yang telah mengikuti PROPER selama dua periode berturut-turut, meningkat kinerjanya sebanyak 25%,  yang tetap pada peringkatnya 64% dan yang mengalami penurunan kinerjanya 11%.

Tingkat ketaatan pada periode 2010 – 2011 adalah 66 %, berkurang 5 % dari periode penilaian tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh penambahan 45% jumlah perusahaan di mana ketaatan peserta yang baru mengikuti PROPER, relatif rendah yaitu 39%. Jumlah pemeringkatan perusahaan meningkat dari tahun sebelumnya yang sejumlah 690 perusahaan dimana target pengawasan 2014 adalah 2000 perusahaan. Dengan demikian, PROPER yang menitikberatkan pada aspek pembinaan, merupakan program yang cukup efektif dalam mendorong tingkat penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Pada periode penilaian tahun 2010 – 2011 ini, terdapat 5 (lima) perusahaan mendapat peringkat Emas yaitu

  • •    PT Holcim Indonesia, Tbk  – Cilacap Plant
  • •    PT Pertamina Geothermal Area Kamojang
  • •    Chevron Geothermal Salak Ltd
  • •    PT. Medco E&P Indonesia – Rimau Asset
  • •    PT. Badak NGL.

Peringkat Hijau berjumlah 106 perusahaan (10.7%), Biru 552 perusahaan (55.5%), Merah 283 perusahaan (28.4%) dan Hitam 49 perusahaan ( 4.9%).  Tujuh dari 1002 perusahaan yang diawasi, tidak diumumkan dikarenakan empat perusahaan dalam proses penegakan hukum, dua perusahaan sedang melaksanakan Audit Wajib dan satu perusahaan force majeure. Proses penilaian PROPER dilakukan oleh Tim Teknis PROPER KLH dan memperoleh pertimbangan dari Dewan Pertimbangan PROPER yang terdiri dari kalangan akademisi, praktisi hukum, perbankan, LSM, politisi serta media massa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Surna T. Djajadiningrat. Adapun keterlibatan 8 (delapan) Badan Lingkungan Hidup yang turut serta dalam Tim Teknis PROPER KLH adalah Provinsi Banten, DKI, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau dan Kalimantan Selatan.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA menegaskan bahwa “PROPER mendorong perusahaan untuk melakukan upaya-upaya sukarela dalam menginternalisasi isu lingkungan dengan membuat kriteria-kriteria yang mendorong perusahaan untuk menerapkan sistem manajemen lingkungan dengan baik, efisiensi energi, pengurangan pemakaian bahan berbahaya dan beracun, menerapkan prinsip 3R, konservasi ari dan pengurangan emisi gas rumah kaca serta menjaga keanekaragaman hayati. Selain itu perusahaan didorong untuk berbisnis secara bertanggungjawab dan mengalokasikan sebagian sumberdaya yang dimilikinya untuk memberdayakan masyarakat sekitarnya.

Hasil pengawasan PROPER juga diintegrasikan kedalam sistem penegakan hukum lingkungan. Sejumlah 24 perusahaan yang berperingkat Hitam pada PROPER periode 2009-2010 yang lalu telah diserahkan penanganannya kepada unit yang menangani penegakan hukum lingkungan. Tujuh perusahaan sedang dalam proses penyidikan karena patut diduga melakukan pelanggaran yang memenuhi unsur pidana lingkungan, 13 perusahaan dikenakan sanksi administrasi berupa teguran tertulis dan/atau paksaan pemerintah, dan 4 perusahaan karena berdasarkan hasil pulbaket telah melakukan upaya perbaikan dikembalikan kedalam sistem pengawasan PROPER.

Informasi lebih lanjut di website KLH : http://proper.menlh.go.id
Sekretaris Tim PROPER, Sigit Reliantoro (Asdep 2/II) HP. 08128706610

LAMPIRAN HASIL PROPER LENGKAP:

 

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı