KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


Foto: Puyi/KLH

Jakarta, 2 Maret 2010 – Salah satu hasil penting dari Pertemuan Tingkat Tinggi Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) pada bulan Agustus 2002 yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia adalah adanya pengakuan tentang pentingnya keberlanjutan pembangunan yang selaras dengan aspek-aspek lingkungan hidup.

High Level Seminar (HLS) on Environmentally Sustainable City (ESC) ini, pada dasarnya  merupakan platform untuk melakukan pembahasan dan bertukar pandangan dan informasi tentang berbagai peluang dan manfaat yang disampaikan oleh kota-kota peserta acara ini dibidang permasalahan lingkungan perkotaan.

Kota-kota di Negara ASEAN beragam tahap perkembangannya, namun secara umum menghadapi permasalahan yang sama, seperti pencemaran udara yang berasal dari industri dan kendaraan bermotor, kurangnya infrastruktur pembuangan air limbah dan pengelolaan limbah / sampah yang belum memadai. Dalam Kesempatan ini, Menteri Negara Lingkungan Hidup menyampaikan, “Tantangan perkotaan seperti kemiskinan dan permasalahan lingkung masih terus meningkat, oleh karenanya perlu dicari solusi menuju pengelolaan perkotaan yang ramah lingkungan dan berklanjutan. Tantangan ini diperberat dengan adanya dampak perubahan iklim dan harus mengakomodir kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati