Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia



(Pekanbaru,
2 September 2009). S
alah satu upaya untuk meningkatkan
peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup adalah melalui pemberian Kalpataru kepada individu atau
kelompok masyarakat yang dinilai berjasa dalam pelestarian fungsi lingkungan
hidup. Salah satu penghargaan Kalpataru tahun 2009 kategori Penyelamat
Lingkungan adalah Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung dari Desa Buluh Cina, Kec.
Siak Hulu, Kab. Kampar, Prov. Riau yang berhasil melestarikan hutan wisata alam
Rimbo Tujuh Danau seluas 1000 ha. Namun pada tanggal 18 Juni s/d 9 Juli 2009,
hutan tersebut dirusak untuk pembuatan jalan yang dilakukan oleh Ninik Mamak
Negeri Enam Tanjung yang dipimpin oleh penghulu adat Negeri Enam Tanjung, Sdr.
Dahlan Dt Majolelo.

Sehubungan dengan itu, Kementerian
Negara Lingkungan Hidup telah melaksanakan langkah-langkah penyelesaian sebagai
berikut: Verifikasi lapangan, wawancara dan koordinasi dengan berbagai pihak
tanggal 24-27 Juli 2009;
Kajian dan analisis aspek teknis dan hukum; Sidang Dewan
Pertimbangan Kalpataru tanggal 21
Agustus 2009 yang dipimpin oleh Ismid Hadad yang menerbitkan Keputusan Dewan
Pertimbangan Kalpataru Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pencabutan Penghargaan
Lingkungan Hidup Nasional Kalpataru Tahun 2009 dari Ninik Mamak Negeri Enam
Tanjung; Penerbitan KepmenLH No. 4677 tentang Pencabutan Penghargaan Lingkungan
Hidup Nasional Kalpataru Tahun 2009 dari Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung,
tanggal 31 Agustus 2009.

Alasan pencabutan, antara lain: a) Telah terjadi perusakan terhadap hutan wisata
alam Rimbo Tujuh Danau seluas 6 (enam) ha yang dilakukan oleh Ninik Mamak
Negeri Enam Tanjung, seperti diketahui, Hutan Wisata Alam Rimbo Tujuh Danau
merupakan objek penilaian Kalpataru;
b) Pelanggaran terhadap peraturan perundangan yang
berlaku bagi pemberian penghargaan Kalpataru;
c) Ketika dilakukan peninjauan lapangan nominasi
Kalpataru, awal Mei 2009, ada data penting yg ditutupi terkait dengan
rencana pembangunan jalan yang membelah hutan wisata Rimbo Tujuh Danau;

d)
Kegiatan Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung di Hutan Wisata Alam Rimbo Tujuh Danau
tidak sesuai dengan tujuan dan kriteria pemberian penghargaan Kalpataru;

e)
Jika dibiarkan, dapat menjadi preseden buruk bagi penghargaan Kalpataru (termasuk bagi 263
penerima lainnya)

Pelaksanaan keputusan berlangsung di Pusat PLH Regional Sumatera tgl 2 Sept 2009 pkl 10.00 Wib, yang dihadiri
Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung/Penghulu Adat Negeri Enam Tanjung, Bpk Dahlan
Dt. Majolelo, Kepala Desa Buluh Cina, Pemkab Kampar, Pemprov Riau. Pada
kesempatan itu, KNLH menarik kembali seluruh bentuk penghargaan yang diterima
dari Pemerintah, berupa:
KepmenLH No. 229 Tahun
2009 tentang Penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2009, Thropy Kalpataru,
Piagam Penghargaan Kalpataru dari Menteri Negara Lingkungan Hidup, dan Tabanas.
KNLH
mendorong Pemerintah
Daerah untuk melaksanakan tindakan penegakan hukum terhadap kasus Buluh Cina
dan upaya pemulihan kerusakan dan pengawasan hutan wisata Rimbo Tujuh Danau.
Sedangkan kepada masyarakat Buluh Cina dan Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung
diharapkan dapat berperan menjaga kelestarian hutan wisata alam Rimbo Tujuh
Danau.***

Informasi
Lebih Lanjut Hubungi
:

Asdep
Urusan Masyarakat Pedesaan , Deputi VI

Ged. B
Lantai 5 Kementerian Negara Lingkungan Hidup

Jl.
D.I. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410

Telp
(021) 8520392; Faks. (021) 8580087

E-mail:
kalpataru@menlh.go.id