KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Karanganyar,(ANTARA News) – Warga yang tinggal di sekitar Gunung Lawu diminta lebih waspada, terkait adanya kebakaran hutan di sisi utara gunung tersebut, kata Bupati Karanganyar Hj Rina Iriani SR di Karanganyar, Selasa.

"Saya minta kepada aparat pemerintah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terkait adanya kebakaran hutan tersebut dan juga harus siap memadamkan apabila sewaktu-waktu kebakaran itu merembet ke wilayahnya, meskipun dengan cara manual," kata Bupati di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, kebakaran yang semula melanda kawasan Girimulya, Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur, kini mulai merembet ke wilayah Karanganyar, Jawa Tengah, meskipun yang terbakar sebagian besar hutan alang-alang.

Menurut Bupati, kebakaran hutan khususnya di daerah Gunung Lawu yang masuk wilayah Karanganyar sekarang sudah banyak berkurang, semenjak adanya penyuluhan mengenai larangan pembuatan arang di tengah hutan tersebut.

"Kebakaran hutan di Gunung Lawu itu memang sebagian besar akibat ulah manusia, salah satu diantaranya pembuatan arang di musim kemarau yang dilakukan di tengah hutan tersebut," katanya.

Besarnya angin yang bertiup, terutama jika sore hari, mengakibatkan api yang membakar hutan pinus dan hutan alang-alang di Gunung Lawu masuk ke wilayah Karanganyar bagian timur laut.

Sekitar satu hektare hutan alang-alang yang masuk wilayah Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi, telah terbakar.

Di Karanganyar sendiri terdapat empat hektare hutan lindung yang ada di lereng Gunung Lawu sebelah utara. Hutan tersebut terdapat di Desa Girimulyo Ngargoyoso, Argodalem, Wukirbayi, Selo Pundhutan, Sendang Macan, dan Anggrasmanis.(*)

Sumber:
Antara Lingkungan