KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Biak|Jurnal Nasional – BUPATI Biak Numfor, Papua, Yusuf Melianus Maryen, memperingatkan masyarakat khususnya distrik Biak Timur, untuk tetap menjaga kawasan hutan lindung di sekitarnya dan tidak mengubah beberapa fungsi hutan lindung.

Menurutnya, walaupun keinginan sebagian masyarakat mau memanfaatkan hutan lindung sebagai ladang pencarian maupun tempat tinggal, namun hal itu tidak dibenarkan. “Sebenarnya tidak ada aturan yang memperbolehkan hutan lindung untuk diolah dan dimanfaatkan sebagai ladang mata pencarian. Dan perlu ada kesadaran masyarakat bahwa perusakan hutan lindung akan membuat resapan air berkurang serta rawn bencana,” kata Yusuf kepada Jurnal nasional, Selasa (18/5).

Menurut Bupati, jika ditemukan ada oknum yang menebang kayu, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Keberadaan hutan lindung di daerah ini sangat penting untuk menjaga ekosistem dan menjadi tempat penyimpanan air bagi kehidupan.

Data inas Kehutanan, menunjukkan, luas hutan lindung di bawah pengawasan dinas setempat mencapai 118.885,71 hektare yaitu Arfak Saba di Distrik Biak Timur.

Sumber:
Jurnal Nasional
rabu, 19 Mei 2010
Hal 12
Opin Tanati