Implementasi Komponen dan Standar Adiwiyata

DiskusiPenghargan Adiwiyata merupakan pemberian insentif yang diberikan kepada sekolah yang telah berhasil memenuhi empat komponen dan standar Adiwiyata, yaitu: kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisifatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.  Hal tersebut ditegaskan dalam diskusi “Penghargaan Adiwiyata” di The Empire Palace, Surabaya, Selasa, 2 Desember 2011. “Sebelumnya penghargaan Adiwiyata [...]

7 Dec 2011 05:26 WIB

DiskusiPenghargan Adiwiyata merupakan pemberian insentif yang diberikan kepada sekolah yang telah berhasil memenuhi empat komponen dan standar Adiwiyata, yaitu: kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisifatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.  Hal tersebut ditegaskan dalam diskusi “Penghargaan Adiwiyata” di The Empire Palace, Surabaya, Selasa, 2 Desember 2011.

“Sebelumnya penghargaan Adiwiyata masih bersifat kompetisi, sekarang bersifat lebih kearah pembinaan dimana kompetisi adalah hanya sebuah insentif,” ungkap Sasmita Nugroho.  Nantinya penilaian Adiwiyata akan berfokus kepada ada atau tidaknya implementasi dari komponen dan standar Adiwiyata, bukan dari ada atau tidaknya dokumen –dokumen kelengkapan. “Kami lebih menekankan implementasi,” tambah Sasmita.

Sasmita juga berharap adanya masukan dari peserta diskusi yang merupakan guru-guru dari sekolah yang telah menerima penghargaan Adiwiyata, Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya aga Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dapat lebih substansial dan menghindari sisi administratif dalam melakukan penilaian. Sehingga dapat terlihat sampai sejauh mana pihak sekolah dalam melaksanakan komponen dan standar Adiwiyata.

Dalam diskusi ini juga dibahas mengenai jenis dan bentuk penghargaan Adiwiyata  serta siapa yang akan menjadi tim evaluasi dan siapa yang akan memberikan penghargaan. Jenis penghargaan sendiri terbagi atas empat jenis, yaitu : Sekolah Adiwiyata Kabupaten/Kota, Sekolah Adiwiyata Provinsi, Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Adiwiyata Mandiri. Dimana untuk sekolah Adiwiyata Kabupaten/Kota penghargaan akan diberikan oleh bupati atau walikota, Adiwiyata Provinsi  oleh gubernur, Adiwiyata Nasional oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sementara untuk Adiwiyata Mandiri akan diberikan oleh presiden.

Selain itu juga ada beberapa mekanisme dalam pemberian penghargaan Adiwiyata yang juga berbeda, tergantung dari jenis penghargaannya. Yang menarik dari salah satu mekanisme ini adalah untuk jenis Adiwiyata Mandiri, dimana salah satu poinnya mengharuskan sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap sekolah lain, sehinga menghasilkan minimal 10 sekolah Adiwiyata kabupaten/kota. Hal ini tentunya akan mampu menciptakan lebih banyak lagi sekolah-sekolah yang berbasis lingkungan. Selain itu, sekolah Adiwiyata Mandiri juga dapat diusulkan untuk ikut dalam seleksi penerimaan penghargaan tingkat ASEAN Eco School.

Pemberian penghargaan Adiwiyata sendiri memiliki beberapa tujuan:

  1. Sebagai wujud apresiasi atas usaha yang telah dilakukan sekolah dalam upaya melaksanakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan dalam proses pembelajaran.
  2. Sebagai tanda bahwa suatu sekolah telah melaksanakan empat komponen Sekolah Adiwiyata.
  3. Sebagai dasar untuk pelaksanaan pembinaan program Adiwiyata yang harus dilaksanakan oleh pihak kabupaten/kota, provinsi dan pusat.

Perlunya Partisipasi Semua Pihak

Pengembangan program Adiwiyata yang telah disederhanakan ini diharapkan pemerintah daerah, dalam hal ini provinsi dan kabupaten/kota, lebih meningkatkan pelaksanaan program Adiwiyata di daerah masing-masing. Sehingga pembinaan, evaluasi dan penghargaanya juga harus ditingkatkan, baik secara kuantitaitf maupun secara kualitatif. Pemerintah daerah sebaiknya juga membentuk tim kerja, membuat program, mengalokasikan anggaran dan sarana pendukung lainnya dalam pengembangan program Adiwiyata.

Adanya peningkatan pembinaan dan pemberian penghargaan ini dapat mempercepat terjadinya peningkatan animo sekolah dalam melaksanakan program Adiwiyata. Dengan demikian akan semakin banyak sekolah yang mengikuti dan melaksanakan program Adiwiyata, serta semakin terciptanya seikap peduli dan berbudaya lingkungan. Harapanya adalah akan semain baik kualitas lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Untuk itu partisipasi semua pihak dalam melaksanakan dan mendukung program Adiwiyata, dapat terjadi perubahan perilaku yang berbudaya lingkungan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas lingkungan hidup, yang akan mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menuju pembangunan berkelanjutan di daerah.(ghama)

 

 

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı